Sukses

Lakukan Ini Agar Tidak Tertular HIV

Virus HIV sangat mudah menular pada manusia. Lakukan ini agar Anda tidak jadi korban berikutnya.

Penyakit HIV dan Penyakit AIDS merupakan dua penyakit yang sejak lama diketahui sangat menular. Tapi jangan salah, keduanya memiliki pengertian yang berbeda.

AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) merupakan penyakit yang ditandai dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Penyebabnya adalah infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus).

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, hingga tahun 2013 sekitar 35 juta orang hidup dengan HIV/AIDS. Jumlahnya pun terus semakin meningkat setiap tahunnya.

Artikel Lainnya: Inilah Ciri Lidah Penderita HIV yang Patut Diwaspadai

1 dari 2 halaman

Upaya dan Program Pencegahan Penularan HIV

Berbagai upaya pencegahan penularan HIV harus dilakukan agar setiap orang dapat terhindar dari bahaya penyakit ini. Berikut berberapa langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan:

  • Melakukan seks aman dengan cara ABC
    • A = Abstinence, artinya absen seks ataupun tidak melakukan hubungan seks bagi  orang yang belum menikah.
    • B = Be Faithful, artinya setia pada satu pasangan yang sah dan tidak melakukan seks bebas.
    • C = Condom, artinya gunakan kondom secara konsisten pada orang dengan risiko tinggi tertular penyakit ini.
  • Usahakan untuk menggunakan jarum suntik yang steril dan tidak menggunakannya secara bersama-sama.
  • Menerapkan prinsip kewaspadaan universal (universal precautions), misalnya menggunakan alat pelindung diri (handscoon) saat bersentuhan dengan penderita. Tindakan ini dilakukan untuk mengurangi risiko penularan HIV melalui darah dan cairan tubuh penderita. Petugas kesehatan atau seseorang yang memiliki pasangan/keluarga yang menderita HIV/AIDS sangat perlu untuk melakukan tindakan ini.
  • Pemeriksaan HIV/AIDS pada ibu hamil. Untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke anaknya, sebaiknya orangtua mengetahui status kesehatannya. Perlu juga mengikuti program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA) atau prevention mother to child transmission (PMTCT).

Artikel Lainnya: Kaum Gay dan Transgender Paling Berisiko HIV/AIDS?

Program pencegahan tersebut adalah:

  • Ibu hamil mengonsumsi obat antiretroviral selama kehamilannya. Ini dapat menurunkan risiko transmisi ke janin hingga kurang dari 2%. 
  • Bayi yang lahir dari ibu positif HIV segera diberikan satu obat antiretroviral zidovudin (pencegahan/profilaksis) dan hindari memberi air susu ibu secara langsung. Obat profilaksis tersebut biasanya diberikan selama 4-6 minggu, dan dapat menurunkan risiko transmisi sebanyak 66%.
  • Proses persalinan melalui operasi caesar (Sectio Caesarea).

Dengan melakukan hal-hal tersebut di atas, maka risiko penularan infeksi virus HIV pada diri Anda akan semakin kecil.

(NB/RH)

0 Komentar

Belum ada komentar