Sukses

Mengamati Dokter Layanan Primer di Berbagai Negara

Simak kisah-kisah dokter layanan primer di berbagai negara berikut ini.

Dokter layanan primer sempat menjadi perbincangan di Indonesia. Pasalnya, meski dokter layanan primer mendapat dukungan dari berbagai pihak, tentangan juga bermunculan terutama dari beberapa tenaga medis.

Lalu, bagaimana kisah dokter layanan primer di negara-negara lain? Simak kisah mereka di berbagai negara berikut.

Prancis

Di Prancis, dokter layanan primer bertanggung jawab untuk mengatasi masalah kesehatan, mulai dari pencegahan suatu penyakit, dan edukasi penyakit kepada masyarakat. Bahkan termasuk penanganan penyakit yang belum membutuhkan dokter spesialis.

Tak hanya itu, mereka juga berperan dalam survei epidemiologi yang penting untuk data kesehatan suatu negara. Layanan perawatan dan kunjungan rumah juga dilakukan.

Rata-rata, pembayaran dokter layanan primer di Prancis menggunakan sistem asuransi. Berdasarkan data tahun 2014, dokter layanan primer mendapat sekitar 95.000 USD dalam satu tahun.

Belanda

Pelayanan primer di Belanda begitu menarik perhatian dunia internasional. Hal ini dikarenakan pelayanan kesehatan di Belanda dapat dilakukan dengan maksimal, tetapi dengan biaya yang minimal.

Selain itu, meskipun praktik dokter layanan primer di negeri ini hanya dilakukan pada jam kerja, kolaborasi dan koordinasi dengan tenaga medis lain bisa dilakukan di luar jam kerja. Kualitas dokter layanan primer dinilai dari sistem penilaian yang sudah ada, yakni sejauh mana dokter tersebut mampu menangani pasien-pasiennya secara komprehensif.

Amerika Serikat

Di negara ini, setelah menamatkan program pendidikan dokter, seseorang harus mengambil program pascasarjana setara spesialis untuk dapat menjadi dokter layanan primer. Dokter layanan primer di Amerika memiliki kemampuan yang lengkap dibandingkan dengan negara-negara lain.

Tak heran, sebab pelatihan yang dilakukan begitu banyak. Mulai dari pelatihan diagnostik hingga pelatihan terapi untuk penanganan pasien.

Beberapa penelitian dilakukan untuk melihat evaluasi program dokter layanan primer di Amerika. Hal ini untuk melihat bagaimana pencegahan suatu penyakit sukses dilakukan. Hasilnya, dokter layanan primer mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan sangat baik.

Kondisi yang menjadi masalah pada pelayanan primer di Amerika ialah program prevensi –seperti pemeriksaan penyakit– yang ingin dijalankan tidak ditanggung oleh asuransi, atau ditanggung dengan jumlah yang sangat sedikit. Hal ini tentu saja menjadi kendala besar bagi kesuksesan program prevensi yang sudah dirancang dengan baik.

Di berbagai negara lainnya, dokter layanan primer tidak jauh berbeda dari negara-negara di atas. Ada yang mengambil program negara lain secara penuh, ada pula yang mengombinasikan dengan program layanan primer dari negara lain.

Di Indonesia sendiri, dokter layanan primer diharapkan mampu menjawab masalah-masalah kesehatan warga negara dengan baik. Semoga!

[RS/RH]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar