Sukses

Apakah Televisi Harus Disingkirkan dari Anak?

Televisi dapat membuat anak melupakan kewajibannya untuk belajar. Tapi, haruskah televisi disingkirkan dari anak?

Anak-anak dan televisi merupakan dua hal yang sangat sulit dipisahkan. Karena itu, orangtua kerap khawatir saat anaknya terlalu fokus menonton televisi.

Ya, saat menonton televisi, anak-anak sering melupakan kewajibannya untuk belajar. Apakah rasa khawatir ini wajar? Perlukah Anda menyingkirkan televisi dari anak-anak?

Sebelum memutuskan apakah televisi harus disingkirkan dari anak, yuk cari tahu dampak yang dapat ditimbulkannya.

Dampak Positif

Di satu sisi, televisi dapat memberikan dampak yang baik. Beberapa program televisi yang dikhususkan untuk anak dapat membantunya untuk belajar.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa acara anak, Sesame Street, mengajarkan kerjasama, alfabet, dan matematika sederhana. Acara ini dapat meningkatkan kemampuan belajar dan membaca anak.

Jika anak sudah cukup besar, acara televisi yang bersifat pendidikan dapat menjadi sumber wawasan yang baik. Misalnya program pengetahuan mengenai satwa liar, berbagai tempat dan kebudayaan di nusantara maupun di belahan dunia lain.

Dampak Negatif

Namun demikian, televisi juga bisa berdampak buruk dari sisi konten. Bila tontonan positif bisa menjadi sumber pendidikan, maka tontonan negatif dapat menjadi contoh buruk bagi anak.

Acara televisi yang tidak sesuai usia, berunsur kekerasan, memperlihatkan kebiasaan merokok, minum alkohol, atau perilaku seks yang tidak sesuai dengan norma sosial dikhawatirkan menjadi contoh buruk. Ini karena anak mudah meniru dan mempersepsikan kejadian di televisi sebagai sesuatu yang biasa dilakukan oleh semua orang.

Tak hanya itu, ada pula dampak negatif di luar sisi konten televisi. Menonton televisi mengambil waktu bermain dan berolahraga. Akibatnya anak yang terlalu banyak menonton televisi cenderung kurang fit dan lebih mudah mengalami obesitas.

Apalagi dibarengi kebiasaan mengonsumsi camilan berkalori tinggi saat menonton televisi. Pada anak perempuan, televisi mungkin saja memicu gangguan makan, karena tayangan yang cenderung menampilkan role model wanita dengan tubuh kurus.

Adalagi hal yang lebih buruk. Hasil studi menunjukkan bahwa menonton televisi 1-2 jam per hari tanpa pengawasan dapat berdampak buruk pada kemampuan akademik (membaca) anak.

 

Dampingi anak saat menonton televisi, batasi waktu menonton anak 1-2 jam per hari. Sebaiknya hindari juga meletakkan televisi di kamar anak.

Mengingat masih ada dampak positif dari televisi, maka Anda tidak perlu menyingkirkannya sama sekali dari anak. Anda hanya perlu mengontrol penggunaannya secara bijak.

(NB/RH)        

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar