Sukses

Televisi Juga Baik Untuk Anak-Anak, Lho!

Berbagai macam penelitian menunjukkan bahwa televisi berdampak buruk pada anak-anak. Namun ternyata, televisi juga punya manfaat baik bagi mereka.

Televisi sudah lama diketahui memiliki dampak kurang baik bagi anak. Dari mulai masalah kesehatan tubuh, sampai dengan kesehatan mental. Namun ternyata, televisi tidak selamanya buruk bagi anak, lho!

Para peneliti percaya bahwa menonton televisi dapat memberikan manfaat bagi anak-anak usia 2 tahun ke atas, asalkan program yang ditonton bersifat edukatif. Untuk mendapatkan manfaatnya, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan waktu menonton anak dibatasi tidak lebih dari 1-2 jam per hari.

Berikut fakta-fakta bagaimana televisi memberikan manfaat bagi anak-anak:

  • Sebagian program televisi bersifat mendidik, memberikan informasi, dan menginspirasi. Televisi dapat lebih efektif dibandingkan buku-buku atau rekaman suara dalam mengajarkan anak mengenai ‘proses’, seperti bagaimana tanaman bertumbuh atau bagaimana cara membuat kue.
  • Anak-anak yang menonton tayangan edukatif, yang tidak mengandung kekerasan, memiliki hasil tes membaca dan kemampuan matematika yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak menonton tayangan-tayangan tersebut.
  • Anak-anak prasekolah/TK yang menonton tayangan informatif dan edukatif akan cenderung menonton tayangan serupa seiring bertambahnya usia. Mereka menggunakan televisi dengan efektif sebagai pelengkap pembelajaran di sekolah.
  • Anak prasekolah yang menonton tayangan edukatif cenderung memiliki nilai/ranking yang lebih tinggi, lebih kurang agresif, dan lebih menghargai studi mereka saat mencapai SMA.
  • Film kartun atau animasi memiliki efek pereda nyeri dan menyamankan anak-anak. Karena itu, sedikit tayangan televisi yang menghibur dapat menjadi alat untuk meringankan anak yang stres atau sakit.

Sekalipun televisi bermanfaat bagi anak-anak, waktu bermain yang terstruktur tetap lebih berharga bagi perkembangan otak mereka. Dan walaupun banyak tayangan yang bersifat edukatif, anak-anak di bawah usia 2 tahun lebih mudah belajar dan mengingat dari presentasi yang sesungguhnya dibandingkan dari video.

Menginjak usia 2 tahun ke atas, barulah anak-anak dapat menarik manfaat dari televisi. Misalnya dengan mempelajari musik, gerakan, dan cerita.

Televisi memang dapat memberikan manfaat bagi anak. Namun hal ini bersifat pasif, sehingga tidak dapat menggantikan aktivitas membaca, bermain, maupun aktivitas yang menuntut kemampuan untuk memecahkan masalah.

Patikan Anda juga mengawasi apa yang ditonton anak untuk memastikan tayangan tersebut sesuai bagi usianya.

(NB/RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar