Sukses

Kupas Tuntas Antioksidan pada Teh

Dalam satu cangkir teh, terkandung antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Bagaimana cara kerja zat ‘ajaib’ ini dalam tubuh?

Daun teh, atau dalam bahasa latin disebut Camellia sinensis, pertama kali ditemukan pada abad ke-3 saat dinasti Shang berkuasa di dataran Cina. Berbagai penelitian yang dilakukan berabad setelahnya, menemukan bahwa salah satu zat di dalam teh –yaitu antioksidan, terbukti bermanfaat untuk kesehatan. Antioksidan memiliki kemampuan menurunkan risiko berbagai penyakit berbahaya –seperti kanker, penyakit jantung, dan diabetes.

Radikal Bebas, Perusak Sel Tubuh

Di lingkungan sekitar Anda banyak terdapat radikal bebas, misalnya dari polusi udara. Radikal bebas ini bekerja merusak sel-sel tubuh, menjadikannya lebih cepat tua, dan sulit tergantikan. Selain mempercepat penuaan, radikal bebas juga dapat membuat sel sehat dalam tubuh tumbuh tidak normal. Sel-sel yang tidak normal inilah yang menjadi asal muasal sel kanker.

Tidak hanya dari lingkungan, tubuh Anda juga bisa menghasilkan radikal bebas. Contohnya dari asap rokok, makanan berlemak, makanan cepat saji, dan kondisi psikis seperti stres. Untuk melawan keberadaan radikal bebas ini, tubuh membutuhkan penangkal yang dinamakan antioksidan.

Radikal Bebas vs. Antioksidan

Dalam keadaan normal, tubuh dengan sendirinya menghasilkan antioksidan, zat yang bekerja menangkal radikal bebas. Namun karena beberapa keadaan (seperti penuaan, sakit, dan gaya hidup tidak sehat), antioksidan dalam tubuh bisa menurun jumlahnya sehingga tidak mencukupi. Dalam kondisi inilah tubuh memerlukan asupan antioksidan ekstra, salah satunya yang terkandung dalam teh.

Antioksidan di dalam teh menjaga sel tubuh agar selalu dalam kondisi prima dan berkembang sebagaimana mestinya, sehingga mampu menurunkan risiko kanker. Di jantung, antioksidan berperan bekerja menjaga sel jantung agar tidak rusak akibat radikal bebas. Sel jantung yang rusak akan meningkatkan risiko serangan jantung pada kemudian hari. Nah, antioksidan dalam teh membantu menurunkan risiko ini.

Tidak hanya itu, antioksidan yang terkandung dalam teh juga berperan menjaga seseorang dari risiko diabetes. Salah satu faktor penyebab diabetes adalah kerusakan organ pankreas, membuatnya sulit menghasilkan hormon pengatur kadar gula tubuh. Akibatnya, kadar gula dalam darah menjadi tinggi dan terjadilah diabetes. Bersama dengan perubahan pola hidup sehat, perlindungan antioksidan terhadap sel-sel di pankreas membantu menurunkan risiko diabetes pada kemudian hari.

Antioksidan dalam teh tentu tidak bisa bekerja sendiri, Dengan gaya hidup dan pola makan yang sehat, konsumsi teh secara teratur adalah salah satu cara yang dapat membantu mengoptimalkan kesehatan Anda. Untuk kini dan nanti.

[RS/RH]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar