Sukses

Jenis Teh yang Paling Sehat

Anda pasti pernah mendengar white tea, black tea, oolong tea, dan green tea. Apa bedanya dan mana yang lebih sehat?

Kebiasaan minum teh merupakan budaya yang cukup melekat dalam keseharian orang Indonesia. Dari desa hingga ke kota, tua maupun muda, budaya minum teh ini memang memberikan kenikmatan tersendiri bagi pecintanya.

Beberapa orang bahkan cenderung fanatik pada jenis teh tertentu. Dari sekian banyak jenis teh yang diketahui, empat jenis yang paling banyak dikonsumsi orang adalah white tea, black tea, oolong tea, dan green tea.

Tahukah Anda, sebenarnya, keempat jenis teh ini sebenarnya berasal dari jenis tumbuhan yang sama: Camellia sinensis. Namun, meski berasal dari tumbuhan yang sama, keempatnya memiliki perbedaan. Apa saja bedanya?

Tampilan Fisik

Sesuai dengan namanya, white tea, black tea, dan green tea berbeda dalam hal tampilan warnanya. White tea berwarna putih keperakan, black tea berwarna gelap kehitaman, sedangkan green tea berwarna hijau. Oolong tea sendiri berada di antara warna black tea dan green tea.

Faktor pembeda keempatnya adalah proses oksidasi. Oksidasi merupakan reaksi yang terjadi saat suatu zat terekspos oksigen di udara. Proses ini terjadi setelah daun teh dipetik dari pohonnya. Semakin lama daun teh terpapar udara bebas, warnanya akan semakin tua. Sebaliknya, semakin singkat proses pengolahannya, warnanya akan semakin muda.

Terkait hal tersebut, black tea adalah jenis teh yang mengalami proses oksidasi paling lama. Sedangkan white tea adalah jenis teh yang paling singkat mengalami proses oksidasi.

Oksidasi dan Kesehatan

Seperti sudah banyak diketahui, teh memiliki beragam manfaat untuk kesehatan. Salah satunya manfaat ini bisa didapatkan dari kandungan antioksidan dalam teh yang berfungsi menangkal radikal bebas. Sayangnya, semakin lama oksidasi dialami daun teh, kandungan antioksidannya pun akan semakin rendah.

Hal tersebut juga memengaruhi kandungan teh lainnya –seperti vitamin C, tanin, dan berbagai mineral lainnya. Kandungan antioksidan, vitamin C, tanin, dan mineral lain banyak terkandung pada jenis teh yang lebih sedikit mengalami oksidasi.

Selain itu, teh yang lebih sedikit mengalami oksidasi seperti white tea dan green tea ternyata juga mengandung kafein yang lebih rendah. Rendahnya kandungan kafein inilah yang membuat jenis teh ini lebih bersahabat untuk penderita mag.

Serangkaian penjelasan tersebut dapat menjadi dasar informasi bagi penggemar teh dalam memilih jenis yang baik untuk kesehatan. Jadi, kenikmatan dan manfaat kesehatan dari teh dapat diperoleh dengan optimal.

[RS/RH]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar