Sukses

Memilih Kontrasepsi yang Tepat untuk Ibu Menyusui

Ibu menyusui seringkali merasa galau saat harus memilih kontrasepsi. Baca ulasan dalam tulisan ini agar Anda tahu memiilih yang tepat.

Pemilihan jenis KB untuk ibu menyusui harus dilakukan dengan bijak. Waktu dan jenis KB yang dipilih sangat menentukan kelancaran produksi ASI, bahkan kesehatan sang bayi.

Mengapa ini penting?

Pada enam bulan pertama masa ASI eksklusif, Anda memang masih bisa menggunakan metode Metode Amenore Laktasi (MAL). Ya, menyusui bayi secara eksklusif terbukti dapat menjadi metode kontrasepsi yang aman dan ampuh untuk mencegah kehamilan. Namun setelah itu, Anda harus menggunakan metode lainnya, karena MAL sudah tidak lagi efektif.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan seluruh ibu di dunia untuk tetap menyusui hingga anak berusia 2 tahun. Selama itu pula, Anda diharapkan mengunakan kontrasepsi yang efektif dalam menunda kehamilan. Ingat, jarak kelahiran kurang dari 18 bulan berpotensi menimbulkan beberapa gangguan, seperti kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah.

Kontrasepsi seperti apa yang aman untuk ibu menyusui?

Umumnya, kontrasepsi yang tidak mengandung hormon –seperti kondom, IUD (spiral), dan metode kalender– tidak mengganggu produksi ASI. Sebaliknya, jika hendak menggunakan metode KB yang mengandung hormon, Anda harus lebih selektif. Hormon yang dipakai dalam KB sendiri ada dua jenis: estrogen dan progestin. Ada pula yang menggunakan kombinasi kedua hormon tersebut.

Bagi ibu menyusui, metode KB hormonal yang direkomendasikan WHO adalah yang hanya mengandung progestin; contohnya mini pil, KB suntik, IUD (spiral) yang mengandung hormon progestin, dan implan (susuk). Sementara itu, KB yang mengandung estrogen atau kombinasi antara estrogen dan progestin terbukti dapat mengganggu produksi ASI; contohnya pil kombinasi.

Meski demikian, penggunaan KB progestin ternyata mengganggu produksi ASI pada beberapa ibu. Untuk mengetahui efeknya, beberapa ahli menyarankan Anda untuk mencoba mini pil terlebih dahulu selama 1 bulan. Bila memang tidak ada gangguan dalam produksi ASI, selanjutnya Anda boleh menggunakan KB suntik yang memiliki masa kerja lebih lama dibandingkan dengan pil.

Pengaruh hormon dalam KB pada kesehatan bayi

KB yang mengandung hormon umumnya baru akan diberikan pada ibu setelah bayinya berusia 6 minggu. Di bawah usia tersebut, organ bayi seperti ginjal dan hati dianggap masih terlalu muda dan bisa terpengaruh oleh hormon dari KB ibu.

Lebih dari usia tersebut, KB hormon terbukti aman untuk bayi. Sebuah penelitian dilakukan untuk mengevaluasi kondisi bayi hingga ia berusia 17. Hasilnya, tidak didapatkan gangguan kesehatan yang bermakna dari KB yang digunakan ibu.

Serangkaian informasi tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman Anda dalam memilih KB selama menyusui. Jadi, tidak perlu takut lagi KB akan memengaruhi ASI dan bayi, asalkan jenis dan waktunya tepat. Dengan demikian, kehamilan dapat terencana dengan baik, ASI lancar, bayi pun sehat.

[RS/RH]

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar