Sukses

Anak Anda Muntah-Muntah? Ini yang Harus Dilakukan

Tidak perlu panik jika anak mengalami muntah. Lakukan hal-hal berikut untuk mengatasinya.

Dalam sebuah seminar yang diikuti oleh lebih dari lima puluh orangtua, seorang dokter narasumber bertanya, “Siapa di antara para orangtua di sini yang anaknya tidak pernah muntah?” Tampak tidak ada satupun orangtua yang mengangkat tangan. Hal ini menggambarkan bahwa muntah merupakan suatu gejala yang umum dialami anak-anak.

Muntah sebenarnya merupakan gejala yang dapat terjadi sendiri atau dibarengi dengan tanda-tanda lain. Misalnya diare, kembung, demam, dan lain-lain. Penyebab muntah juga bervariasi mulai dari infeksi saluran cerna, alergi makanan, hingga gejala penyerta dari penyakit lain. Lantas, apa yang harus Anda lakukan jika anak muntah?

1. Biarkan anak muntah

Jika anak merasa mual dan ingin muntah, biarkan anak untuk muntah. Jangan memaksa anak untuk menahan rasa ingin muntah. Hal ini akan menyebabkan rasa tidak nyaman padanya.

2. Bantu anak saat muntah

Saat terjadi muntah, tundukkan kepala anak agar cairan muntah tidak masuk ke dalam saluran pernapasan. Jika bayi mengalami muntah, miringkan kepalanya untuk mencegah masuknya cairan muntah ke saluran napas. Masuknya cairan muntah ke saluran pernapasan anak dapat menyebabkan tersedak dan membahayakan keselamatan.

3. Setelah anak muntah, perhatikan isi muntahan dan siapkan air agar ia dapat berkumur-kumur

Jika muntah berisi darah segar atau cairan kehitam-hitaman, segera bawa anak ke dokter. Namun demikian, tanyakan pula riwayat makanan yang dimakan oleh anak sebelum muntah. Apakah anak baru mengonsumsi makanan atau minuman yang berwarna merah atau tidak. Pada bayi, waspadai muntah yang berwarna hijau, karena itu merupakan salah satu gejala sumbatan saluran cerna.

4. Lakukan penggantian cairan tubuh

Setelah anak muntah dan berkumur-kumur, berilah minum kepada anak secara perlahan-lahan. Hal ini penting untuk mengembalikan cairan tubuh anak yang keluar melalui muntah. Untuk pertolongan pertama, Anda boleh memberikan air putih, oralit, jus, atau ASI (jika anak masih mendapatkan ASI). Jumlah pemberiannya adalah sekitar 5-10 cc per kilogram berat badan anak. Misalnya anak Anda memiliki berat 10 kg, maka berikan cairan penganti sebanyak 50-100 cc untuk mencegah dehidrasi.

5. Jika terjadi muntah berulang, segera ke dokter

Jika anak mengalami muntah berulang atau anak selalu muntah setiap diberikan makan atau minum, segera berobat ke dokter. Ada kemungkinan anak mengalami dehidrasi atau kondisi lainnya yang membutuhkan penanganan dokter. Dokter akan mengevaluasi keadaan anak dan memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi anak.

Anda tidak perlu panik jika anak mengalami muntah, asalkan Anda mengetahui dan melakukan hal-hal yang telah dijelaskan di atas. Yang terpenting adalah lakukan pertolongan pertama dengan melakukan penggantian cairan tubuh, agar anak tidak mengalami dehidrasi.

[RS/RH]

Baca Juga:

    0 Komentar

    Belum ada komentar