Sukses

Waspadai Penyebab Kanker Payudara

Departemen Kesehatan RI menempatkan kanker payudara di urutan kedua sebagai kanker terbanyak pada wanita. Kini saatnya member lebih banyak perhatian pada masalah yang satu ini.

Kasus kanker payudara terus meningkat. Menurut data GLOBOCAN (IARC), sekitar 1.67 juta kasus baru kanker payudara didiagnosis pada tahun 2012 (25% dari keseluruhan kanker). Sedangkan, berdasarkan data nasional yang diperoleh dari Departemen Kesehatan RI, kanker payudara menempati urutan kedua penyebab kanker terbanyak pada wanita. Melihat tingginya angka tersebut, kesadaran mengenai kanker payudara sangatlah penting.

Kanker payudara. Adalah wajar untuk mencari tahu apa pennyebabnya saat Anda mendengar nama penyakit yang satu ini. Berbagai faktor risiko dapat meningkatkan terjadinya kanker payudara. Sayangnya hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Satu-satunya yang diketahui ialah kanker payudara berhubungan dengan adanya kerusakan sel-sel DNA.

DNA merupakan senyawa kimiawi di dalam sel tubuh yang mengatur gen. DNA tidak hanya berhubungan dengan kemiripan wajah Anda dengan orangtua atau saudara; beberapa gen juga mengontrol pertumbuhan, pembelahan, dan kematian sel. Sel-sel payudara normal menjadi kanker akibat adanya perubahan (mutasi) pada DNA. Beberapa mutasi DNA bersifat keturunan. Tetapi, sebagian besar perubahan DNA pada kanker payudara lebih banyak terjadi karena gaya hidup dibandingkan genetik.

Lalu, mengapa kanker payudara bisa terjadi pada seseorang? Kanker terjadi ketika sel-sel di dalam jaringan tubuh tumbuh dan berkembang secara abnormal dan menyerang sel-sel sehat. Penumpukan sel-sel ini dapat membentuk massa pada jaringan yang disebut benjolan atau tumor. Kanker payudara terjadi ketika tumor ganas berkembang di dalam payudara. Sel-sel tersebut dapat menyebar dan masuk ke pembuluh darah ataupun limfe yang terhubung dengan jaringan di seluruh tubuh.

Perubahan dan kerusakan pada gen BRCA1 dan BRCA2 (yang bersifat menahan pertumbuhan sel abnormal) dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Perubahan pada gen ini dapat diturunkan dari orangtua. Ketika salah satu dari gen tersebut berubah, maka gen tersebut tidak dapat menahan pertumbuhan sel abnormal sehingga lebih mudah bagi sel kanker untuk berkembang.

Wanita yang memiliki ibu, saudara perempuan, atau anak dengan riwayat kanker payudara juga lebih rentan dua hingga tiga kali mengalami kanker payudara. Di samping itu, radiasi dan zat kimiawi yang bersifat karsinogenik juga berperan besar terhadap perubahan sel DNA sehingga menjadi sel kanker.

Kanker payudara juga dihubungkan dengan ekspos terhadap hormon estrogen. Hormon estrogen berpengaruh karena dapat ‘menyuruh’ sel-sel untuk membelah. Artinya, semakin banyak sel yang membelah, semakin besar pula kemungkinan sel menjadi abnormal dan menjadi sel kanker.

Ya, memang ada banyak faktor yang bisa memicu kanker payudara. Wanita yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara memang berisiko lebih besar terkena kanker payudara. Namun, memiliki faktor risiko tak langsung memastikan Anda terkena kanker payudara. Waspadalah dan lakukan pemeriksaan sejak dini.

[RS/RH]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar