Sukses

Endang Rahayu, Kedepankan Riset untuk Kesehatan Masyarakat

Nama Endang Rahayu Sedyaningsih terkenal dengan komitmennya terhadap penelitan terkait kesehatan masyarakat. Berikut selengkapnya dari dr. Fiona Amelia, MPH.

Nama Endang Rahayu Sedyaningsih mulai dikenal publik sejak 22 Oktober 2009, yaitu ketika beliau ditunjuk sebagai Menteri Kesehatan dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.

Ibu yang akrab dipanggil Enny atau ERS ini terkenal dengan komitmennya terhadap penelitan terkait kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok masyarakat yang tersisihkan atau mendapatkan stigma negatif dari lingkungan sekitarnya.

Disertasi beliau, yang dijadikan buku berjudul “Perempuan-perempuan Kramat Tunggak” berfokus pada perilaku seksual mereka yang berisiko tinggi mengalami dan menularkan infeksi menular seksual (IMS), termasuk HIV/AIDS.

Melalui risetnya, beliau juga memberikan saran-saran praktis agar program pemerintah lebih efektif mencegah IMS pada kelompok ini.

Pendidikan

Ibu dari 3 anak ini memperoleh gelar dokter umum dari Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia pada tahun 1979. Setelah itu, beliau melanjutkan studi S2 dan S3 di Harvard School of Public Health, Boston, Amerika Serikat melalui beasiswa pemerintah. Beliau adalah Doctor of Public Health pertama dari Indonesia di Universitas Harvard.

Karir yang semakin menanjak

Ibu Endang memulai karirnya pada tahun 1979 sebagai dokter di Rumah Sakit Pertamina Jakarta. Pada tahun 1980-1983, beliau mulai masuk dalam bidang kesehatan masyarakat sebagai Kepala Puskesmas daerah terpencil di Waipare, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada tahun 1983, beliau pindah ke Jakarta dan meneruskan bekerja dalam bidang kesehatan masyarakat di Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Pada tahun 1997, beliau bergabung dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI) sebagai peneliti dan juga menjabat sebagai penasihat teknis Badan Kesehatan Dunia (WHO) di Departemen Penyebaran Penyakit dan Respons.

Karir Ibu Endang terus menanjak hingga menjadi koordinator riset Flu Burung pada tahun 2006. Sejak Februari 2007, beliau menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi, Balitbangkes Depkes RI sebelum akhirnya diangkat sebagai Menteri Kesehatan.

Prestasi sebagai Menteri Kesehatan

Walaupun hanya dua setengah tahun menjabat sebagai Menteri Kesehatan, namun Ibu Endang menciptakan begitu banyak prestasi dan terobosan. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Menuntaskan resolusi penting WHO terkait kesiapan dalam melawan Influenza yang menjadikan Indonesia setara dengan negara maju.
  2. Meluncurkan program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Persalinan (Jampersal)
  3. Menggalakkan riset sebagai dasar penentu kebijakan kesehatan
  4. Reformasi birokrasi di jajaran Kementerian Kesehatan melalui semangat konsistensi, antikorupsi dan antigratifikasi.

Bagi para kolega dan stafnya, beliau adalah sosok yang patut diteladani. Seorang menteri dengan profesionalitas yang tinggi, pekerja keras, serta memiliki integritas dan konsistensi yang luar biasa. Beliau merupakan salah satu putri terbaik bangsa, yang berdedikasi tinggi kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Semoga sosok Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih dapat terus dikenang dan menginspirasi para generasi muda Indonesia untuk berkarya sebaik-baiknya.

(NB)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar