Sukses

Deretan Mitos Menopause yang Tak Perlu Anda Percaya

Tak sedikit mitos seputar menopause yang beredar di masyarakat. Jangan percaya begitu saja, cari tahu kebenarannya di sini!

Menopause merupakan momok bagi sebagian wanita. Berbagai ketakutan, seperti kehidupan seks yang tak akan sama lagi, metabolisme melambat, hingga berat badan meningkat menghantui benak wanita di usia yang tak lagi muda.

Tahukah Anda, sebagian dari ketakutan tersebut hanya mitos belaka alias tidak terbukti secara medis?

Meski dapat terjadi, namun belum tentu hal-hal tersebut akan dialami oleh semua wanita yang menopause.

Berikut ini mitos seputar menopause beserta fakta medis yang ada di baliknya:

1 dari 6 halaman

1. Menstruasi Akan Berhenti dalam Waktu Sehari

Menopause membuat wanita tak bisa lagi menstruasi. Namun, bukan berarti hal tersebut terjadi seketika.

Faktanya, menopause tidak serta-merta menyebabkan menstruasi berhenti begitu saja. Terdapat fase transisi setelah menopause yang berlangsung antara 3-5 tahun.

Pada fase tersebut akan terjadi fluktuasi hormonal, di mana Anda mengalami gangguan menstruasi.

Contohnya, jarak antara siklus menstruasi terlalu jauh atau terlalu dekat; dan/atau darah yang keluar terlalu sedikit atau terlalu banyak. Rata-rata wanita akan berhenti menstruasi pada usia 51 tahun.

2. Menopause Pasti Dimulai di Usia 50 Tahun

Rata-rata wanita memang mengalami menopause di usia 50 tahun atau lebih. Namun, kondisi ini tidak berlaku untuk semua wanita. Ingat, hanya rata-rata, bukan semuanya.

Faktanya, waktu menopause dipengaruhi oleh berbagai aspek dalam kehidupan wanita. Beberapa di antaranya, yaitu gaya hidup, genetik, kebiasaan merokok, dan lain-lain.

Atas dasar itu, menerapkan gaya hidup sehat sedari muda merupakan investasi jangka panjang untuk hari tua.

Kondisi tubuh selama usia produktif akan mempengaruhi fase transisi dan menopause saat sudah memasuki usia senja.

Artikel Lainnya: Apa Saja Penyebab Wanita Mengalami Menopause Dini?

2 dari 6 halaman

3. Setiap Wanita Menopause Mengalami Gejala Hot Flashes yang Sama

Hot flashes adalah perasaan hangat secara tiba-tiba dan berlangsung intens di sekujur wajah, leher, dan dada.

Kulit akan menjadi kemerahan dan umumnya terdapat gejala keringat berlebih atau keringat dingin.

Hot flashes memang bisa terjadi pada wanita menopause. Namun, tak semua wanita yang memasuki masa menopause mengalami gejala ini.

Suatu studi yang dilakukan di University of Pennsylvania menyebutkan, 3 persen wanita menopause tidak mengalami hot flashes, 17 persen mengalami episode hot flashes ringan, dan 80 persen mengalami hot flashes sedang hingga berat.

Artikel Lainnya: Masalah Kesehatan Wanita Menopause yang Mesti Waspadai

4. Hot Flashes Adalah Satu-satunya Gejala Menopause 

Hot flashes memang merupakan gejala menopause yang paling umum, namun bukanlah satu-satunya.

Ada berbagai gejala yang dapat timbul akibat perubahan kadar hormonal dalam tubuh wanita saat mulai memasuki masa menopause.

Gangguan tidur, mudah tersinggung, dan perubahan mood juga dapat dialami oleh wanita yang mengalami menopause.

Dengan kata lain, banyak variasi gejala yang mungkin dialami menopause di samping hot flashes.

3 dari 6 halaman

5. Terapi Hormonal itu Berbahaya

Terapi hormonal pada wanita menopause sering menjadi pro dan kontra. Estrogen dianggap berperan dalam proses peradangan.

Jika Anda memiliki plak pada pembuluh darah, estrogen dapat membuat plak tersebut semakin menyumbat dan menyebabkan penyakit jantung.

Oleh karena itu, terapi hormon tidak direkomendasikan untuk wanita akhir 50-an atau mereka yang memiliki kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, obesitas, atau riwayat merokok.

Selain itu, tidak direkomendasikan pula pada wanita yang menderita kanker payudara.

Kendati demikian, terapi hormon diperbolehkan jika Anda berusia antara 48-52 tahun, menstruasi mulai melambat atau berhenti, dan kondisi tubuh sehat atau bebas dari risiko penyakit-penyakit yang telah disebutkan sebelumnya.

Artikel Lainnya: Ini Suplemen Vitamin yang Dibutuhkan Wanita Menopause

6. Menopause Akan Menghilangkan Libido Wanita

Menopause memang bisa menyebabkan penurunan libido pada wanita. Namun, hal tersebut tidak terjadi pada semua wanita menopause.

Seiring dengan turunnya kadar hormon estrogen, Anda akan mengalami kekeringan pada vagina. Hal inilah yang membuat Anda tidak nyaman saat berhubungan seks; bukan karena faktor libidonya.

Faktanya, libido menurun saat menopause timbul akibat menurunnya ketertarikan wanita untuk berhubungan seks setelah masuk fase ini. Namun, hal ini dapat diatasi dengan berbagai cara.

Misalnya, membangun komunikasi efektif dengan pasangan dan eksplorasi foreplay yang lebih beragam.

4 dari 6 halaman

7. Menopause akan Membuat Berat Badan Meningkat

Peningkatan berat badan memang sulit dihindari ketika mengalami menopause. Lagi-lagi, tak semua wanita yang memasuki masa menopause mengalami kondisi ini.

Faktanya, berbagai perubahan tubuh saat memasuki masa menopause dapat menyebabkan nafsu makan meningkat. Tentunya, hal tersebut masih mungkin dikendalikan.

Untuk mencegah peningkatan berat badan saat menopause, Anda perlu mengontrol porsi makan, membatasi karbohidrat, dan meningkatkan jumlah serta intensitas olahraga.

Artikel Lainnya: Kiat agar Hubungan Seksual saat Menopause Tetap Nikmat

8. Menopause Membuat Wanita Sering Mengompol

Selama menopause, jaringan kandung kemih wanita akan menipis dan saluran kencing menjadi lebih lemah.

Anda akan menjadi sulit menahan buang air kecil, terutama ketika batuk, bersin, atau berlari. Kondisi ini disebut juga dengan inkontinensia urine.

Keadaan yang satu ini memang sering terjadi, namun bukan berarti tidak bisa dicegah. Anda bisa menurunkan risiko kondisi ini dengan melakukan senam kegel sepuluh set setiap harinya selama 8 minggu.

5 dari 6 halaman

9. Kondisi Osteoporosis Akan Sangat Parah dan Tidak Terhindarkan

Saat memasuki masa menopause, kadar estrogen dalam tubuh wanita akan menurun. Hal ini membuat kepadatan tulang juga dapat berkurang drastis.

Meski demikian, kondisi ini tetap dapat dikendalikan dan dicegah dengan persiapan matang sedari awal.

Risiko osteoporosis saat menopause dapat diturunkan dengan mencukupi kebutuhan mineral dan kalsium, serta rutin berolahraga atau melakukan aktivitas sejak usia muda.

Menopause merupakan proses alami yang akan dialami oleh semua wanita. Persiapkan segala kebutuhan sejak dini, agar Anda bisa menghadapi masa menopause dengan bahagia.

Masih penasaran dengan mitos dan fakta menopause? Tak perlu sungkan untuk bertanya pada dokter menggunakan layanan LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar