Sukses

7 Mitos Keliru Soal Menopause

Banyak mitos soal menopause yang justru membuat wanita takut. Sialnya, mitos-mitos tersebut masih dipercaya hingga kini. Simak kebenaran mengenai mitos menopause berikut ini.

Menopause merupakan momok bagi sebagian besar wanita. Berbagai ketakutan seperti kehidupan seks yang tak akan sama lagi, metabolisme melambat, hingga berat badan yang akan meningkat tajam menghantui benak para wanita. Padahal sebagian dari ketakutan itu hanya mitos belaka dan tidak terbukti secara medis. Yuk, cari tahu kebenaran soal menopause.

  1. Mitos: Menstruasi Anda akan berhenti dalam waktu sehari.

Fakta: Setelah Anda mengalami menopause, menstruasi Anda tidak serta-merta berhenti seketika. Terdapat fase transisi setelah menopause yang berlangsung antara 3-5 tahun. Pada fase tersebut akan terjadi fluktuasi hormonal di mana Anda mengalami gangguan menstruasi, misalnya jarak antar siklus terlalu jauh atau terlalu dekat, atau darah yang keluar terlalu sedikit atau terlalu banyak. Rata-rata wanita akan berhenti menstruasi pada usia 51 tahun.

  1. Mitos: Setiap wanita menopause mengalami gejala hot flashes yang sama.

Fakta: Hot flashes adalah perasaan hangat yang tiba-tiba dan berlangsung intens di sekujur wajah, leher, dan dada. Kulit Anda akan menjadi kemerahan. Selain itu, sering kali terdapat gejala keringat berlebih atau keringat dingin. Suatu studi yang dilakukan di University of Pennsylvania menyebutkan bahwa 3% wanita menopause tidak mengalami hot flashes, 17% mengalami episode hot flashes ringan, dan 80% mengalami hot flashes sedang hingga berat. Pada beberapa wanita hot flashes ini berlangsung tahunan.

  1. Mitos: Hot flashes merupakan satu-satunya gejala menopause.

Fakta: Hot flashes memang merupakan gejala menopause yang paling umum, namun bukanlah satu-satunya. Gangguan tidur, mudah tersinggung, perubahan mood juga sering kali dialami oleh wanita yang mengalami menopause.

  1. Mitos: Terapi hormonal itu berbahaya.

Fakta: Terapi hormonal pada wanita menopause kerap menjadi pro dan kontra. Estrogen dianggap berpotensi dalam proses peradangan. Jika Anda memiliki plak pada pembuluh darah, estrogen dapat membuat plak semakin menyumbat dan menyebabkan penyakit jantung. Oleh karena itu, terapi hormon tidak direkomendasikan untuk wanita akhir 50-an atau mereka yang memiliki kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, obesitas, atau riwayat merokok. Selain itu, tidak direkomendasikan pula pada wanita yang menderita kanker payudara. Namun, terapi hormon diperbolehkan jika Anda: berusia antara 48-52 tahun, menstruasi mulai melambat atau berhenti, dan Anda sehat dan bebas dari risiko penyakit di atas.

  1. Mitos: Menopause akan menghilangkan libido Anda.

Fakta: Beberapa wanita memang mengalami penurunan libido, namun beberapa lainnya justru tidak sama sekali. Seiring dengan turunnya kadar hormon estrogen, Anda akan mengalami kekeringan pada vagina. Hal inilah yang membuat Anda tidak nyaman saat berhubungan seks, bukan karena faktor libidonya.

  1. Mitos: Menopause akan membuat berat badan Anda meningkat.

Fakta: Peningkatan berat badan memang sulit dihindari ketika mengalami menopause. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa mencegahnya. Anda hanya perlu mengontrol porsi makan, membatasi karbohidrat, dan meningkatkan jumlah dan intensitas olahraga.

  1. Mitos: Anda akan sering mengompol.

Fakta: Selama menopause, jaringan kandung kemih Anda menipis dan saluran kencing menjadi lebih jelas. Anda akan menjadi sulit menahan buang air kecil, terutama ketika Anda batuk, bersin, atau berlari. Anda bisa mengurangi gejala ini dengan melakukan senam kegel sepuluh set setiap harinya selama 8 minggu.

Menopause merupakan proses alami yang akan dialami oleh seluruh wanita. Hadapi masa menopause dengan bahagia dan percayalah bahwa Anda akan baik-baik saja.  

[RS/RH]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar