Sukses

Orang Tua, Ini Ciri-Ciri Anak Terlambat Tumbuh Kembang

Pada beberapa kasus, sebagian anak tidak dapat mencapai target pertumbuhan dibandingkan anak seusianya. Kenali ciri-cirinya di sini.

Setiap tahun, seorang anak seharusnya mengalami peningkatan berat badan dan tinggi badan. Namun pada sebagian kasus, beberapa anak tidak dapat mencapai target pertumbuhan dibandingkan anak seusianya. 

Orang tua perlu mengetahui sejak dini keterlambatan perkembangan dan pertumbuhan anak. Dengan begitu, penanganan dapat segera dilakukan sehingga keterlambatan tumbuh kembang tersebut dapat segera diatasi.

Lantas, apa saja ciri anak yang mengalami keterlambatan tumbuh kembang? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

1 dari 4 halaman

Ciri-Ciri Anak Terlambat Berkembang

Ketahuilah bahwa setiap anak dapat memiliki ciri gagal tumbuh yang berbeda. Namun secara umum, beberapa ciri anak terlambat tumbuh kembang, di antaranya:

1. Anak Tampak Kurus

Orang tua sering khawatir jika melihat anaknya tampak kurus. Namun sebenarnya, anak belum tentu mengalami masalah pertumbuhan. Anak tampak kurus bisa jadi merupakan ciri kurang gizi.

Namun demikian, hal di atas harus dikonfirmasi dengan kurva pertumbuhan oleh dokter. Jadi, jika anak tampak kurus, bawalah anak ke dokter untuk pemeriksaan yang lebih akurat.

Artikel Lainnya: Ini Faktor Biologis yang Memengaruhi Perkembangan Anak

2. Anak Tampak Lebih Pendek dari Anak Seusianya

Pendek termasuk tanda anak mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kekurangan nutrisi, penyakit kronis, kekurangan hormon pertumbuhan, masalah genetik, hingga penyebab lainnya.

Nah, jika anak Anda tampak lebih pendek dari anak seusianya, maka sebaiknya Anda membawa anak Anda ke dokter untuk dikonfirmasi dengan kurva pertumbuhan agar diagnosis lebih akurat.

3. Kepala Anak Tampak Kecil atau Lebih Besar dari Anak Seusianya

Selain berat badan dan tinggi badan, salah satu parameter pertumbuhan anak lainnya adalah lingkar kepala. Oleh karena itu, memperhatikan ukuran kepala perlu Anda lakukan untuk mewaspadai adanya  keterlambatan perkembangan anak.

Lingkar kepala kecil (mikrosefali) dan lingkar kepala besar (makrosefali) merupakan kondisi abnormal yang harus dicari penyebabnya dan diatasi karena dapat berdampak terhadap perkembangan anak nantinya.

4. Anak Belum Bisa Melakukan Hal-Hal Dasar Seusianya

Perkembangan anak bervariasi antara satu anak dengan anak lain. Akan tetapi, Anda perlu waspada karena ciri anak terlambat tumbuh kembang dapat ditunjukkan anak dengan berbagai kondisi.

Artikel Lainnya: Tanda-Tanda Gangguan Perkembangan pada Anak

Berbagai kondisi yang mengharuskan Anda harus segera membawa anak ke dokter, antara lain:

  • Anak belum bisa mengangkat kepala usia 4 bulan.
  • Anak belum bisa duduk usia 12 bulan.
  • Anak belum bisa menggenggam benda usia 4 bulan.
  • Anak belum bisa mengambil benda kecil usia 1 tahun.
  • Anak belum dapat babbling (mengoceh) usia 12 bulan.
  • Anak belum bicara satu kata pun usia 12 bulan.

5. Anak Tidak Memiliki Kontak Mata dan Tidak Tertarik Berinteraksi dengan Lingkungannya

Kondisi perkembangan anak yang terlambat dapat terlihat melalui indra penglihatannya. Anak yang tidak memiliki kontak mata bisa saja memiliki masalah penglihatan yang dapat mengganggu proses perkembangannya.

Selain itu, kurangnya kontak mata juga dapat menjadi tanda autisme, apalagi jika ada gejala lain berupa keengganan anak berinteraksi dengan lingkungannya. Jika ini terjadi, segera bawa anak ke dokter.

6. Anak Tampak Tidak Merespons Suara

Selain indra penglihatan, keterlambatan perkembangan anak pun bisa dilihat melalui indra pendengarannya. Jika anak tidak merespons suara, segera bawa anak ke dokter karena mungkin anak anak mengalami masalah pendengaran.

Masalah pendengaran pada anak harus segera diatasi karena dapat menyebabkan keterlambatan bicara pada anak jika tidak segera dilakukan penanganan.

Artikel Lainnya: Berat Badan Bayi Tidak Normal? Ini Pemeriksaan yang Diperlukan

7. Anak Memiliki Ciri Fisik yang Berbeda dari Anak Lainnya

Kondisi fisik anak yang berbeda dari anak kebanyakan patut Anda waspadai. Pasalnya, hal tersebut bisa saja merupakan ciri pertumbuhan dan perkembangan anak terlambat.

Beberapa perbedaan fisik yang dapat diamati, di antaranya:

  • Bentuk wajah
  • Mata
  • Hidung
  • Posisi telinga
  • Lidah besar
  • Leher
  • Dada
  • Tangan
  • Kaki

Selain tanda-tanda di atas, apabila anak terlihat tampak lemas, maka Anda juga harus segera membawa anak ke dokter. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah ada kemungkinan sindrom tertentu pada anak.

2 dari 4 halaman

Apa Penyebab Anak Terlambat Tumbuh Kembang?

Penyebab perkembangan anak terlambat biasanya tidak diketahui secara pasti, karena banyak faktor yang memengaruhinya. Namun, sebagian anak sudah menunjukkan kelainan perkembangan sejak ia masih ada di dalam kandungan.

Apabila kelainan terjadi setelah anak lahir, maka beberapa kondisi yang dapat mencetuskannya, antara lain infeksi, cedera, atau faktor lainnya.

Artikel Lainnya: Kenali Sejak Dini Tanda Autisme pada Anak

Lebih jelasnya lagi, berikut beberapa penyebab keterlambatan tumbuh kembang anak:

  • Adalah adanya faktor genetik, seperti kelainan bawaan atau sindrom tertentu.
  • Adanya infeksi selama masa kehamilan.
  • Adanya masalah nutrisi.
  • Adanya penyakit kronis.
  • Kurangnya stimulasi.
  • Masalah hormonal, dan penyebab lainnya.
3 dari 4 halaman

Ini Hal-Hal yang Harus Dilakukan

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Ini juga yang sebaiknya dilakukan oleh para orang tua agar tidak terjadi keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan anak. Bagaimana caranya?

Kontrol rutin untuk pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan hal yang sangat penting dilakukan. Bawalah anak kontrol ke dokter atau dokter spesialis anak walaupun anak tidak sakit.

Kontrol penting untuk imunisasi, pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, serta skrining perkembangan. Dengan demikian, masalah tumbuh kembang akan cepat terdeteksi dan teratasi.

Skrining/pemantauan tumbuh kembang untuk bayi 0-12 bulan dianjurkan tiap bulan. Sementara, anak usia 12 sampai 24 bulan dianjurkan tiap 3 bulan, dan anak usia 24 bulan sampai 72 bulan dianjurkan tiap 6 bulan.

Gagal tumbuh adalah kondisi yang tidak berdiri sendiri sehingga harus selalu dicari penyebabnya. Karena asupan gizi yang baik dan seimbang serta pola asuh orang tua turut berpengaruh terhadap hal ini, maka peran orang tua tentu sangat diharapkan.

Konsultasikan dengan dokter anak apabila anak menunjukan ciri anak terlambat tumbuh kembang di atas. Cermati apakah anak mengalami keterlambatan, baik dari kemampuan berjalan, berbicara, mempelajari hal baru, maupun hal lainnya.

[WA]

1 Komentar

  • Ujang Erik Supriadi

    mau tanya dok,, apakah bayi prematur pada usia 7 bulan pengelihatan nya belom jelas?? terus klo menangis air mata nya gk mengalir,, knpa dok?? terus pola makan apa yg harus d konsumsi bunda??