Sukses

Ini, Loh, Asal Muasal Urine

Warna urine bisa berubah-ubah sesuai dengan asupan makanan dan sekaligus menjadi petunjuk kondisi kesehatan tubuh Anda.

Pernahkah Anda bertanya–tanya bagaimana urine terbentuk? Apa penyebab warnanya menjadi kekuningan atau jernih? Padahal, minuman yang Anda konsumsi sehari–hari tak hanya air putih; tapi beragam warna, mulai dari coklat, hijau, merah dan lain sebagainya. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut, yuk kita simak penjelasan berikut ini.

Asal Muasal Urine

Pembentukan cairan sisa hasil metabolisme ini merupakan proses kompleks yang terjadi di ginjal. Proses ini bertujuan untuk membuang racun dan sampah metabolik yang tidak diperlukan tubuh dari peredaran darah. Agar bisa berfungsi normal, darah harus bersih dari racun dan sampah metabolik. Karena jika tidak tersaring dengan baik oleh ginjal, racun yang menumpuk ini dapat berbahaya bagi tubuh dan dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius bahkan bisa menyebabkan kematian. 

Setiap ginjal manusia terdiri atas lebih dari 1 juta nefron yang terdapat di ginjal dan bertujuan untuk menyaring darah. Darah yang mengalir melalui nefron ini akan mengalami perubahan komposisi. Darah pertama–tama akan memasuki Kapsula Bowman yang merupakan bagian dari sistem penyaring di ginjal untuk kemudian disaring kadar air, garam dan sisa metabolik. Proses cairan yang ada di dalam Kapsula Bowman ini disebut dengan filtrasi glomerulus. Cairan ini mirip dengan plasma darah namun tidak mengandung protein. Cairan kemudian akan masuk melalui tubulus renal yang bertugas menyaring darah dan sejumlah zat akan diambil serta ditambahkan oleh sel–sel tubulus ginjal. Selanjutnya, cairan akan bergerak ke tubulus kolektivus (tabung dalam ginjal yang menyimpan urin) dan akan keluar sebagai urin.

Warna yang Berbeda

Pada keadaan normal, kita dapat memproduksi 600–1600 ml urine dalam 24 jam atau 1cc/kgBB/jam. Perbedaan warna atau kepekatan urine sangat bergantung oleh apa yang kita konsumsi. Misalnya, jika Anda banyak minum maka Anda akan memproduksi urine lebih banyak dan warnanya pun lebih jernih. Sedangkan jika Anda mengalami dehidrasi atau kurang minum, jumlah urine Anda pasti akan lebih sedikit dan lebih pekat.

Volume urine Anda tergolong sedikit atau disebut dengan oliguria apabila hanya 100–600 ml/24 jam. Sedangkan disebut anuria apabila volumenya kurang dari 100 ml/24 jam. Besaran volume urine seseorang amat bergantung pada asupan cairan (melalui makan/minum), kehilangan cairan (lewat keringat, BAK, BAB), suhu badan dan suhu sekitar.

Pembentukan urine yang unik dan kompleks ini bertujuan untuk menjaga kestabilan fungsi internal tubuh. Untuk mengetahui dan mengevaluasi apakah urin dan BAK Anda normal, dapat dilakukan sejumlah prosedur medis seperti pemeriksaan fisik atau pemeriksaan penunjang (urinalisis).

(NS/RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar