Sukses

Kapan Harus Minum Antibiotik Saat Batuk?

Sebagian orang menganggap antibiotik sebagai obat wajib jika ingin lekas sembuh dari serangan batuk. Yakin cara ini tepat?

Hampir semua orang pernah terserang batuk. Keluhan ini bisa merupakan gejala dari penyakit infeksi maupun noninfeksi –seperti asma, GERD (Gastro-esophageal reflux disease), postnasal drip dan alergi. Beberapa infeksi –seperti common cold, sinusitis akut, infeksi telinga, epiglositis, pertussis, dan PPOK– memang memerlukan antibiotik. Sayangnya, sebagian orang berpikir bahwa antibiotik diperlukan untuk mengatasi semua batuk –apapun penyebabnya.

Laporan terakhir WHO dalam antimicrobial resistance: Global Report on Surveillance menunjukkan bahwa Asia Tenggara memiliki angka tertinggi dalam kasus resistensi antibotik di dunia. Selain itu di temukan pula sebanyak 30-80% penggunaan antibiotik tidak berdasarkan indikasi. Hal ini tidak hanya merupakan ancaman bagi lingkungan yang berkaitan, tetapi juga bagi masyarakat luas.

Agar tak salah langkah, inilah waktu dimana Anda memerlukan antibiotik untuk mengatasi batuk:

  • Jika batuk disebabkan oleh penyakit akibat infeksi bakteri

Tidak semua penyakit infeksi disebabkan oleh bakteri, karena infeksi virus juga bisa menjadi biang keroknya. Nah, penyakit akibat infeksi virus ini tidak membutuhkan antibiotik untuk mengatasinya.

  • Batuk yang tak kunjung sembuh

Dokter biasanya akan menganjurkan Anda untuk mengonsumsi antibiotik ketika batuk tidak sembuh dalam 10-14 hari atau bahkan lebih dari 2 minggu, dengan dahak berwarna kuning kehijauan, atau bahkan kemerahan.

  • Adanya infeksi bakteri

Jika hasil pemeriksaan penunjang –seperti pemeriksaan darah, sputum dan radiologi– menunjukkan pertanda adanya infeksi bakteri, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk Anda konsumsi.

  • Usia lanjut

Pada umumnya, dokter akan memberikan antibiotik pada pasien usia lanjut (di atas usia 55 tahun) dengan gejala batuk dan tampak sakit.

Perlu diingat, pemberian antibiotik memerlukan adanya resep dari dokter dan tidak boleh sembarangan. Ini karena diperlukannya ketepatan dalam pemilihan jenis antibiotik, diagnosis, cara memberikan antibiotik (dengan injeksi/suntikan), dosis yang diberikan, serta lama waktu pemberian, agar dapat diperoleh efek yang optimal dalam mengatasi bakteri penyebab batuk.

Mengetahui kapan harus minum antibiotik saat batuk sangatlah penting. Ini dilakukan agar obat yang dikonsumsi tidak menyebabkan resistensi (kebal) di kemudian hari.

(NB)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar