Sukses

5 Penyakit Mata Penyebab Kebutaan

Apa saja penyakit mata yang dapat menyebabkan kebutaan? Yuk, cari tahu di sini.

Hari Penglihatan Sedunia diperingati setiap minggu kedua di bulan Oktober. Catatan Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2010, sekitar 39 juta penduduk dunia mengalami kebutaan dan 82% di antaranya berusia 50 tahun atau lebih.

Kebutaan ialah ketidakmampuan untuk melihat. Menurut WHO, seseorang dikatakan mengalami kebutaan bila memiliki tajam penglihatan kurang dari 3/60. Artinya, jika normalnya orang dapat melihat pada jarak 60 meter, penderita hanya mampu melihat kurang dari jarak 3 meter). Hilangnya lapang pandang hingga kurang dari 10 derajat pada mata yang lebih sehat dengan koreksi terbaik juga termasuk kebutaan.

Sebagian besar penyebab kebutaan dapat dicegah. Bila penyebab kebutaan terdeteksi sejak awal, terdapat kemungkinan untuk mencegah gangguan penglihatan memburuk. Berikut adalah lima penyebab kebutaan yang paling sering menurut WHO:

  1. Katarak

Katarak terbentuk ketika lensa mata yang jernih berubah menjadi berawan. Ini menyebabkan cahaya sulit masuk ke dalam mata dan penglihatan menjadi kabur. Kondisi ini sebagian besar berhubungan dengan penuaan. Ekspos terhadap sinar ultraviolet (UV) secara terus-menerus meningkatkan risiko terjadinya katarak. Jadi tak heran bila di Indonesia yang merupakan negara tropis, terdapat banyak kasus katarak. Faktor risiko lain yaitu penggunaan obat steroid jangka panjang, diabetes, ataupun cedera mata.

  1. Kelainan refraksi yang tidak terkoreksi

Rabun jauh, rabun dekat, dan mata silindris yang tidak terkoreksi dapat menyebabkan kebutaan, padahal sebetulnya sangat mudah untuk dicegah. Salah satu yang menjadi perhatian ialah rabun jauh. Kondisi ini dapat berkembang pesat pada masa kanak-kanak, dan lebih berisiko pada anak yang membaca lebih dari dua buku dalam seminggu dan hanya menghabiskan sedikit waktu bermain di luar ruangan.

  1. Glaukoma (peningkatan tekanan bola mata)

Glaukoma merusak saraf optikus mata. Hal ini biasanya terjadi ketika cairan di dalam mata berakumulasi. Akibatnya terjadi peningkatan tekanan bola mata sehingga merusak saraf mata. Sering kali pasien tidak merasakan gejala pada awalnya, namun dapat terdeteksi melalui pemeriksaan mata yang komprehensif.

  1. Degenerasi makula terkait usia

Penyakit ini menyerang makula, yaitu bagian mata yang memungkinkan Anda untuk melihat sesuatu secara detail. Degenerasi makula terkait usia merusak penglihatan sentral yang tajam, yang berguna untuk melihat objek secara jelas. Hal tersebut dapat mengganggu kemampuan membaca, mengemudikan kendaraan, menonton televisi, dan melakukan aktivitas harian.

  1. Retinopati diabetikum

Seperti namanya, kondisi ini disebabkan oleh penyakit diabetes. Retinopati diabetikum memengaruhi retina, yaitu jaringan mata yang sensitif terhadap cahaya dan terdapat di belakang mata. Risiko penyakit ini dapat menurun dengan mengontrol penyakit diabetes, namun sayangnya hampir 50% pasien tidak atau telat memeriksakan mata. Karena itu, pasien diabetes harus menjalani pemeriksaan mata menyeluruh.

Selain katarak, ternyata gangguan refraksi yang tidak terkoreksi dengan baik merupakan salah satu penyebab kebutaan yang paling sering. Kasus ini mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, periksakan kondisi mata Anda ke dokter mata minimal setiap enam bulan sekali, agar dapat ditangani segera jika ditemui adanya kelainan.

(TT/RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar