Sukses

7 Faktor Risiko Kanker Payudara

Kanker payudara dapat terjadi akibat berbagai macam faktor risiko. Apa saja faktor risiko tersebut?

Di Indonesia, kanker payudara merupakan penyebab kematian kedua pada wanita akibat kanker, setelah kanker leher rahim. Kanker payudara disebabkan oleh berbagai faktor risiko. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui faktor-faktor tersebut, agar dapat menurunkan kemungkinan terjadinya kanker payudara pada diri Anda.

Kanker payudara terjadi akibat sel-sel di payudara mengalami pertumbuhan berlebih. Kanker payudara dapat menyebar ke pembuluh darah dan kelenjar getah bening, ketika sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya disebut sebagai metastasis.

Faktor risiko muncul dari perilaku, substansi, atau kondisi yang dapat meningkatkan kemungkinan berkembangnya suatu kanker. Sebagian besar kanker payudara terjadi akibat berbagai macam faktor risiko itu. Memiliki faktor risiko bukan berarti Anda pasti mengalami penyakit tersebut, hanya saja kemungkinannya menjadi lebih besar. Selain itu, tidak semua risiko memberikan efek yang sama.

Berikut ini beberapa faktor risiko kanker payudara:

  1. Pertambahan usia

Risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia.

  1. Faktor genetik

Adanya perubahan pada gen tertentu seperti BRCA1 dan BRCA2 memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara dan indung telur.

  1. Riwayat keluarga dengan kanker payudara.

Risiko mengalami kanker payudara lebih tinggi jika:

  1. Terdapat satu atau lebih keluarga keturunan tingkat pertama, yaitu ibu, saudara wanita, atau anak perempuan, yang mengalami kanker payudara—terutama bila didiagnosis sebelum menopause.
  2. Keluarga tingkat kedua seperti nenek, tante, atau keponakan wanita dari pihak ayah maupun ibu terkena kanker payudara.
  3. Riwayat keluarga memiliki kanker pada kedua payudara sebelum menopause.
  4. Dua atau lebih saudara memiliki kanker payudara atau indung telur.
  5. Saudara lelaki dengan riwayat kanker payudara.
  1. Riwayat reproduksi
    1. Menstruasi sebelum usia 12 tahun.
    2. Kehamilan pertama saat usia di atas 30 tahun dan tidak mencapai usia kehamilan cukup bulan.
    3. Tidak pernah hamil.
    4. Menopause setelah usia 55 tahun.

5. Menggunakan terapi kombinasi hormon

Menggunakan terapi hormon untuk mengganti kehilangan estrogen dan progesteron saat menopause lebih dari 5 tahun dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

6. Riwayat terapi radiasi

Wanita yang pernah menjalani terapi radiasi pada bagian dada atau payudara (seperti pada limfoma hodkin) sebelum usia 30 tahun berisiko tinggi mengalami kanker payudara di kemudian hari.

7. Faktor lain

Hal-hal lainnya yang mungkin menyebabkan kanker adalah merokok, ekspos terhadap zat kimia yang menyebabkan kanker (karsinogenik), dan bekerja pada shift malam.

Banyak sekali faktor yang berperan terhadap terjadinya kanker payudara. Meski beberapa faktor tidak dapat diubah, ada juga factor-faktor yang dapat diubah. Misalnya: mencegah kelebihan berat badan, berolahraga minimal tiga kali dalam seminggu, menghindari alkohol, serta cermat dalam memilih obat atau terapi yang mengandung hormon. Jika Anda memiliki salah satu faktor risiko di atas, sebaiknya lakukanlah pemeriksaan payudara ke dokter.

(TT/RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar