Sukses

Gunting Molekuler: Titik Terang Penyembuhan Kanker

Banyak dari pengobatan kanker yang masih menjadi kontroversi. Namun, ‘gunting molekuler’ ini diharapkan dapat menjadi titik terang.

Tahukah Anda bahwa kanker adalah penyakit kelima tertinggi penyebab kematian di Indonesia? Kanker dapat tumbuh di semua organ tubuh, yaitu paru, hati, tulang, payudara, dan sebagainya. Pada wanita, kanker serviks adalah organ nomor dua terbanyak yang terkena kanker, namun merupakan pembunuh wanita nomor satu. Salah satu faktor risiko kanker adalah genetik.

Gen adalah unit dasar fisik dan fungsi dari setiap makhluk hidup. Setiap manusia memiliki dua gen, masing-masing dari kedua orangtua. Gen terbentuk sebagai urutan DNA di dalam setiap sel tubuh yang akan memberikan kode suatu protein. Gen inilah yang membentuk ciri khas berbeda untuk setiap manusia. Gen yang bermutasi atau berubah dapat menyebabkan kanker.

Terapi gen sudah mulai dipikirkan oleh para ahli sejak tahun 1970-an. Terapi gen dilakukan dengan cara memindahkan DNA yang sudah dimodifikasi ke penerima. Pemindahan ini dilakukan dengan perantara vektor seperti virus ataupun bakteria. Pada tahun 1990, pemindahan gen pertama kali berhasil dilakukan terhadap pasien melanoma.

Banyak penelitian yang dilakukan untuk memodifikasi langsung gen itu sendiri. Pada tahun 2011, modifikasi gen secara langsung menjadi metode terbaik tahunan oleh Nature Methods. Penemuan CRISPR-Cas9 dari bakteri Streptococcus pyogenes untuk modifikasi gen pada tahun 2013 memberikan prospek yang cerah. CRISPR-Cas9 disebut juga sebagai ‘gunting molekuler’.

Pada prinsipnya, metode CRISPR-Cas9 adalah seperti imun sistem bakteri itu sendiri, yakni memberikan kekebalan terhadap materi genetik asing. ‘Gunting molekuler’ ini dapat secara selektif membuang bagian spesifik yang tidak diinginkan atau berbahaya, dan mengganti dengan bagian baru dari DNA. Hal ini dapat mengarah ke penyembuhan penyakit.

Peneliti dari Cina sudah mengaplikasikan metode ‘gunting molekuler’ ini untuk menyembuhkan penyakit. Dr. Zhiming Cai dan tim berhasil menunjukkan berhentinya pertumbuhan dan mengecilnya tumor pada tikus. CRISPR-Cas9 mengganti DNA yang berbahaya dengan kode baru yang membunuh sel kanker. Proses ini tidak membahayakan untuk DNA yang sehat.

Metode CRISPR-Cas9 sudah berhasil menyembuhkan kanker pada tikus. Penelitian pada pasien kanker akan segera dilakukan. Diharapkan metode ‘gunting molekular’ ini dapat menjadi kunci pengobatan kanker pada manusia.

(RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar