Sukses

Tajuk Rencana: Surat untuk Pemuda Indonesia

Hai Pemuda! Apa kabar, sehat?

Hai Pemuda! (Iya, Anda yang berusia antara 18-30 tahun)

Apa kabar, sehat?

Oktober, bulan peringatan Sumpah Pemuda. Mengawali bulan ini kami ingin memastikan Anda dalam keadaan sehat. Tidak banyak Pemuda yang memaknai pentingnya kesehatan di waktu yang tepat. Banyak yang merasa sehat ketika sebenarnya tidak. Dilaporkan 57% pencari kerja lulusan perguruan tinggi gagal lolos tes kesehatan pada career day yang diselenggarakan sebuah universitas terkemuka di negeri ini. Dari yang tidak lolos, lebih dari separuhnya memiliki kolesterol tinggi. Sisanya, mengidap penyakit jantung dan diabetes. Ya, kesehatan Anda bisa lebih bermakna dari kapasitas intelektual dan kompetensi profesional Anda.

Dari dunia hiburan, Anda mungkin masih ingat sederet nama yang terpaksa menutup perjalanan karier karena faktor kesehatan di usia sangat muda. Mike Mohede, Sasha Yunisha, Irene Yustine, Ade Namnung, dan Adjie Massaid di antaranya. Selain sederet nama tersebut, Anda mungkin dapat mengingat kembali kawan lama atau kolega yang mendahului Anda ketika masih berstatus Pemuda. Faktanya, prevalensi stroke dan jantung koroner di Indonesia meningkat di antara dewasa muda. Ya, kesehatan Anda menentukan siapa Anda dan masa depan Anda.

Masa muda adalah periode emas. Ketika Anda mencapai usia 30, secara umum tubuh Anda berhenti tumbuh. Selanjutnya tubuh akan mengalami penurunan fungsi sebesar 1% setiap tahunnya. Masa muda yang terlewati, tidak akan pernah kembali. Produktivitas Anda berpuluh tahun ke depan, ditentukan oleh kondisi kesehatan Anda sekarang. Jika Anda memiliki gaya hidup tidak sehat muda, akan lebih banyak kesempatan Anda yang hilang karena berbagai keluhan fisik dan penyakit yang muncul pada tahun-tahun mendatang.

Sebuah penelitian dari Health Enhancement Research Organization (HERO), Brigham Young University mengungkap fakta tentang pengaruh konsumsi makanan sehat dan olahraga teratur terhadap kinerja dan absensi. Pekerja yang makan sehat sepanjang hari, berpeluang 25 persen lebih besar memiliki kinerja yang lebih tinggi. Pekerja yang makan lima porsi buah dan sayuran, empat kali seminggu, berpeluang 20 persen lebih besar menjadi lebih produktif.

Selain itu, karyawan yang berolahraga selama minimal 30 menit, tiga kali seminggu, berpeluang 15 persen lebih besar memiliki prestasi kerja yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, para pekerja yang makan sehat dan teratur berolahraga memiliki catatan absensi sepertiga lebih rendah dan memiliki kinerja yang lebih tinggi dibanding kolega mereka yang obesitas.

Seperempat, atau sekitar 62 juta, populasi Indonesia hari ini adalah Pemuda. Jika Anda, Pemuda Indonesia, sehat dan mampu meningkatkan produktivitas Anda di institusi tempat bekerja, Anda telah ikut berkontribusi meningkatkan produktivitas Indonesia. Menyambut Indonesia Emas 2045, selama 30 tahun ke depan,  Indonesia membutuhkan Pemuda yang tidak hanya kompeten tetapi juga sehat jiwa dan raganya. Modal utama untuk berpikir jernih dan menghasilkan karya nyata. Pada bahu Anda, hai Pemuda, bersandar produktifitas dan daya saing Indonesia!

Salam sehat!

dr. Mochammad Fadjar Wibowo, MMedSc

Editor-in-Chief

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar