Sukses

Kena DBD, Haruskah Dirawat Inap?

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan satu dari sepuluh penyebab tersering pasien dirawat inap di Indonesia. Bila mengalami DBD, haruskah dirawat inap? Baca penjelasannya di sini.

Tidak semua infeksi dengue berakibat fatal. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2011, terdapat beberapa jenis infeksi dengue, yakni demam dengue dan demam berdarah dengue.

Demam dengue memiliki gejala seperti infeksi virus pada umumnya, yaitu demam diikuti dengan sakit kepala, nyeri sendi atau otot, ruam di kulit, atau nyeri di belakang mata. Pasien dapat mengalami perdarahan karena trombosit yang turun. Namun demikian, jenis infeksi dengue ini tidak berbahaya karena tidak mengancam nyawa dan akan sembuh dengan sendirinya secara perlahan setelah demamnya turun.

Perbedaan demam berdarah dengue dengan demam dengue adalah kebocoran pada dinding pembuluh darah sehingga salah satu komponen darah (disebut plasma) keluar dari pembuluh darah. Kebocoran tersebut menyebabkan pasien menjadi lemah dan dapat menyebabkan gejala sesak napas karena rongga paru terisi cairan, perut semakin begah karena rongga perut terisi cairan, bahkan syok.

Kondisi ini umumnya terjadi setelah demam turun atau setelah demam berlangsung selama 3-4 hari. Hal inilah yang menyebabkan demam berdarah dengue berbahaya. Kebocoran plasma pada kasus demam berdarah dengue dapat dibuktikan dengan kadar hematokrit yang meningkat melalui pemeriksaan laboratorium.

Kapan infeksi dengue perlu dirawat inap? Infeksi dengue yang perlu dirawat inap adalah infeksi demam berdarah dengue. Tujuannya adalah untuk memantau kebocoran plasma dan memastikan penderita mendapatkan asupan cairan yang cukup. Bila demam dengue saja, biasanya penderitanya bisa dirawat di rumah. Namun secara umum, infeksi dengue butuh dirawat inap bila terdapat salah satu dari tanda bahaya berikut:

  • Saat suhu turun, badan semakin lemas
  • Tidak mau makan dan minum
  • Muntah berulang
  • Nyeri perut hebat
  • Sangat lemas, mengantuk terus
  • Mimisan yang sulit berhenti, buang air besar berwarna hitam, muntah darah, urine berwarna cokelat
  • Pucat
  • Telapak kaki dan tangan dingin
  • Jumlah urine hanya sedikit

Tidak semua infeksi dengue harus dirawat inap. Demam dengue umumnya dapat dirawat di rumah, namun demam berdarah dengue atau adanya salah satu dari bahaya di atas, membutuhkan penanganan di rumah sakit.

(RS/RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar