Sukses

Mengenal Dengvaxia, Vaksin Pencegah Infeksi Dengue

Sampai saat ini, pengobatan infeksi dengue hanya bersifat suportif. Tapi bersyukurlah karena kini sudah ada vaksin pencegah dengue, Dengvaxia®.

Setiap tahun, kurang lebih 400 juta orang terinfeksi virus dengue. Tak heran, sebab metode pencegahan infeksi virus dengue masih terbatas pada pengendalian nyamuk pembawa virus. Karena itu, penemuan vaksin dengue merupakan kemajuan besar dalam pencegahan dan pengendalian penyakit ini.

Vaksin dengue mulai diteliti sejak tahun 1940-an. Saat itu dampak penyakit dengue belum dirasakan secara global, juga belum ada pasar yang potensial sehingga penelitian vaksin ini kemudian terhenti.

Sejak tahun 1990-an, perkembangan vaksin dengue mengalami kemajuan yang dramatis. Pada tanggal 22 Desember 2015, vaksin dengue pertama di dunia, yaitu Dengvaxia® buatan Sanofi Pasteur, resmi digunakan di Meksiko, yang kemudian diikuti oleh Filipina, Brasil, El Salvador, dan Kosta Rika. Filipina bahkan sudah memasukkan vaksin dengue ke dalam program imunisasi nasionalnya. Selain Dengvaxia®, terdapat pula delapan vaksin lain yang masih dalam tahap pengembangan dan pengujian.

Dalam perkembangannya, vaksin dengue terbagi menjadi tiga macam, yaitu vaksin yang berasal dari virus dengue hidup yang dilemahkan (live attenuated vaccines), vaksin yang berasal dari protein virus yang sudah dimurnikan dan tidak aktif (purified inactivated vaccines), dan vaksin yang berasal dari sub-unit virus (menggunakan sebagian dari protein pembungkus virus).

Tentang Dengvaxia®

Ada empat jenis virus dengue, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Dengvaxia® (nama generik: CYD-TDV) merupakan vaksin tetravalen yang berasal dari virus dengue hidup yang sudah dilemahkan. Disebut tetravalen karena mengandung keempat jenis virus tersebut. Vaksin ini diberikan dalam tiga dosis berseri pada bulan 0, 6, dan 12 kepada individu berusia 9-45 tahun yang tinggal di daerah endemis infeksi dengue.

Pada tahun 2015, The New England Journal of Medicine mempublikasikan sebuah studi terkait efektivitas dan keamanan Dengvaxia®. Ditemukan bahwa vaksin tersebut cukup efektif dan aman. Dengvaxia® dapat menurunkan peluang infeksi terhadap keempat jenis virus dengue sebanyak 59.2%, serta dapat mencegah infeksi dengue berat sebanyak 79.1%. Berdasarkan jenis virus, vaksin ini lebih efektif terhadap DEN-3 (71.6%) dan DEN-4 (76.9%) dibandingkan DEN-1 (54.7%) dan DEN-2 (43%). Melalui temuan ini, Dengvaxia® diharapkan dapat menyokong ambisi Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengurangi angka kematian dan kesakitan global akibat dengue sebesar 50% dan 25% pada tahun 2020.

Walaupun vaksin dengue sudah ditemukan, keberadaannya tidak dapat menggantikan metode pencegahan lain yang sudah terbangun. Keduanya harus terus saling melengkapi agar beban penyakit dengue dapat direduksi secara optimal.

(TT/RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar