Sukses

Alexander Fleming & Antibiotik Penyelamat Nyawa

Berawal dari rasa ingin tahu pada hal yang sederhana, penemuan antibiotik oleh Alexander Fleming membawa dampak besar bagi dunia kesehatan hingga sekarang.

Antibiotik Penisilin merupakan salah satu temuan berharga di dunia yang meraih penghargaan Nobel. Adalah Sir Alexander Fleming, ahli bakteriologi dari London, yang menjadi penemu antibiotik.

Ketika Alexander Fleming ‘Bertemu’ Penisilin?

Dua puluh delapan September 1928 menjadi tanggal bersejarah bagi dunia. Pada hari itu, seorang dokter ahli bakteriologi ‘iseng-iseng’ mengecek laboratorium yang ditinggalkannya selama liburan musim panas. Saat memeriksa cawan –tempat untuk mengembangbiakkan bakteri– Alexander Fleming melihat adanya sekelompok jamur Penicillium notatum menodainya.  Karena ingin melihat kondisi bakteri di cawan tersebut, ia memeriksanya dan mendapatkan hasil yang mengejutkan.

Jamur tersebut ternyata menghambat bakteri untuk berkembang biak. Temuannya yang kebetulan itu didalami berminggu-minggu, sampai ia menyimpulkan bahwa ada suatu zat dalam jamur Penicillium yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri, yang mungkin juga dapat digunakan melawan infeksi.

Penemuan Alexander Fleming menjadi dasar bagi para peneliti untuk mengembangkan antibiotik Penisilin. Empat belas tahun setelah hari bersejarah itu, Penisilin berhasil menyelamatkan nyawa seorang ibu yang hampir meninggal karena keracunan darah di Connecticut.

Jamur Penicillium: Dibuang Sayang

Seandainya pada hari itu Fleming tidak ‘penasaran’ dengan cawan yang ternoda jamur dan langsung membuangnya tempat sampah, mungkin Penisilin belum ditemukan hingga saat ini. Lalu apa dampaknya bagi dunia?

Tahukah Anda bahwa Penisilin merupakan ‘induk’ dari semua antibiotik yang ada? Berbagai antibiotik –yang biasa diresepkan dokter pada zaman sekarang– dapat ditemukan setelah struktur kimia Penisilin diketahui. Bila Penisilin tidak ditemukan oleh Alexander Fleming, bisa jadi hingga hari ini tidak ada antibiotik di dunia ini. Penderita penyakit mungkin hanya bisa bertahan hidup hingga usia 30-40 tahun. Bahkan mungkin sebagian dari penderita penyakit meninggal saat bayi atau saat bersalin karena infeksi. Tanpa adanya antibiotik, infeksi kuman sederhana saja dapat membunuh umat manusia.

Tanpa penemuan antibiotik, berbagai perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran pasti terhambat. Salah satunya adalah di bidang bedah. Pasalnya, saat ini lebih dari 50% pasien yang dioperasi di seluruh dunia diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi setelah operasi. Bayangkan bila antibiotik belum ditemukan. Mungkin banyak pasien akan mengalami infeksi setelah operasi, bahkan nyawa mereka dapat terancam. Dokter bedah pun akan berpikir seribu kali sebelum mengoperasi pasiennya, tanpa kehadiran antibiotik.

Berawal dari rasa ingin tahu pada hal yang sederhana, penemuan antibiotik oleh Alexander Fleming 88 tahun silam membawa dampak yang besar bagi dunia kesehatan hingga sekarang. Semoga Anda bisa mengambil pelajaran dari kisah Alexander Fleming di atas. Siapa tahu Anda adalah orang berikutnya yang memberikan sumbangsih luar biasa bagi dunia.

(NB/RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar