Sukses

Antioksidan, Sahabat Hati Sehat

Antioksidan sudah terkenal akan manfaatnya yang baik bagi kulit. Ternyata, antioksidan juga bermanfaat untuk hati, lho!

Antioksidan adalah zat yang mudah ditemukan pada buah dan sayuran segar. Antioksidan dapat mencegah, memperlambat, bahkan menghentikan proses oksidasi di dalam tubuh. Proses oksidasi adalah proses kimia yang terjadi dalam tubuh dan menghasilkan radikal bebas. Radikal bebas inilah yang dapat merusak sel dalam tubuh.

Reactive oxygen species (ROS) adalah salah satu macam radikal bebas yang merupakan hasil dari metabolisme oksigen. Organ utama yang diserang oleh ROS adalah hati. Tubuh manusia secara natural juga memproduksi antioksidan untuk melawan radikal bebas termasuk ROS.

Terkadang, jumlah antioksidan dalam tubuh sangat sedikit bila dibandingkan dengan jumlah radikal bebas. Radikal bebas yang terlalu banyak menyebabkan gangguan pada keseimbangan tubuh dan menghasilkan stres oksidatif. Oleh karena itu, dibutuhkan antioksidan tambahan dari luar tubuh untuk membersihkan radikal bebas di dalam peredaran darah.

Stes oksidatif dapat berasal dari alkohol, obat-obatan, polusi, bahkan radiasi. Stres oksidatif ini dapat menyebabkan berbagai penyakit hati bahkan yang kronis sekalipun. Penyakit tersebut meliputi penyakit hati yang berhubungan dengan alkohol (alcoholic liver disease) maupun yang tidak berhubungan dengan alkohol (non-alcoholic fatty liver disease), serta infeksi hepatitis kronis.

Studi eksperimen terhadap hewan menunjukkan adanya efek positif antioksidan terhadap hati. Pada tikus yang hatinya sudah diracuni dengan alkohol, antioksidan alami dari teh hijau dan minyak zaitun murni dapat meningkatkan enzim hati dan menurunkan proses oksidasi. Pada tikus yang sudah mengalami penyakit hati akibat alkohol, madu jujube dan kacang hijau meningkatkan level antioksidan dan menurunkan proses oksidasi.

Di samping itu, studi menemukan bahwa pengobatan yang menggunakan kombinasi antioksidan (vitamin C, vitamin E, selenium) memberikan efek menyembuhkan pada hati tikus yang sudah rusak. Antioksidan lain yang terbukti memiliki efek positif untuk hati adalah acai, jus tomat, propolis, melatonin, curcumin (dari kunyit), asam asorbat, dan beta karoten. Antioksidan ini sudah sering dianjurkan untuk dikonsumsi pada orang yang menderita penyakit hati.

Rawatlah hati Anda sejak dini dengan mengonsumsi makanan-makanan yang kaya akan antioksidan. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati!

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar