Sukses

Lemak Penting yang Diperlukan Hati

Merawat organ hati tidaklah sesulit yang dibayangkan. Anda dapat menjaganya dengan menjalani pola makan sehat, termasuk diet tinggi lesitin.

Hati adalah organ yang sangat penting di dalam tubuh. Hati memiliki fungsi yang beragam, seperti melawan infeksi, membuang racun, pembekuan darah, dan membakar kolesterol dan gula. Salah satu peran penting hati adalah untuk memetabolisme lemak.

Bagaimana jika hati malah menyimpan lemak dan tidak membuangnya? Hal ini akan mengakibatkan penumpukan lemak, yang pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit hati. Penumpukan lemak di hati dapat terjadi karena alkohol (alcohol liver disease/ALD) maupun sebab lain (non-alcoholic fatty liver disease/NAFLD).

Kini, para peneliti telah menemukan manfaat lesitin untuk mencegah dan mengurangi penumpukan lemak di hati.

Mengenal Lesitin

Lesitin adalah lemak khusus yang terdapat pada setiap membran sel tubuh. Lesitin berperan dalam metabolisme lemak. Selain itu, lesitin merupakan sumber penting dari kolin. Kolin diperlukan oleh hati untuk menghasilkan lipoprotein yang densitasnya rendah (LDL/kolesterol jahat); kolesterol jahat ini berguna untuk membawa HDL/kolesterol baik dari hati untuk disebarkan ke peredaran darah.

Ketika kadar kolin rendah di dalam tubuh, maka dapat menyebabkan penumpukan lemak di hati. Linus Pauling Institute mempelajari beberapa studi dan menyimpulkan bahwa orang cenderung menderita NAFLD ketika mereka tidak memiliki kolin yang cukup.

Sebuah studi eksperimen pada tikus menemukan penurunan kerusakan hati yang signifikan pada tikus yang diberikan lesitin dari kacang kedelai. Studi lain juga menyebutkan bahwa penumpukan lemak pada hati tikus berkurang saat tikus diberi diet lesitin.

Meski demikian, studi pada manusia tidak membuktikan manfaat lesitin pada semua orang. Studi di Cina menemukan bahwa diet tinggi lesitin menurunkan risiko penumpukan lemak pada hati sebanyak 28%, hanya pada wanita dengan berat badan ideal. Studi lainnya menemukan bahwa diet rendah lesitin berhubungan secara signifikan dengan bertambah parahnya NAFLD, hanya pada wanita yang sudah menopause.

Makanan yang Mengandung Lesitin

Sumber makanan utama yang mengandung lesitin terbanyak adalah pada hati sapi dan diikuti oleh kuning telur. Sumber lesitin pada hewan lainnya terdapat pada daging sapi yang rendah lemak (lean beef), dada ayam, salmon, scallop, udang, dan kod Atlantik.

Lesitin juga mudah ditemukan pada sayuran seperti Brussels sprouts dan brokoli. Bahan lain yang sudah lebih dikenal sebagai sumber lesitin adalah susu keledai dan tahu. Lesitin juga sedikit terkandung pada susu skim, selai kacang, kacang pinto, oat, dan roti gandum.

Kini Anda sudah mengetahui manfaat lesitin bagi hati. Yuk, mulai konsumsi makanan makanan yang kaya lesitin agar hati tetap sehat!

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar