Sukses

Waspadai Cara Penularan Virus Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit virus yang mudah menular dan sulit untuk disembuhkan. Yuk, ketahui cara penularannya untuk mencegah terkena infeksi.

Hepatitis adalah penyakit radang hati dengan angka kejadian yang tinggi di Indonesia. Infeksi virus hepatitis dapat sembuh dengan sendirinya, namun lebih sering menyebabkan penyakit berbahaya seperti sirosis dan kanker hati. Hepatitis ada lima macam menurut jenis virusnya yaitu hepatitis A, B, C, D dan E. Hepatitis B dan C lebih mendapatkan perhatian, karena tipe ini yang lebih sering menjadi kronis dan menyebabkan kematian.

Berikut adalah ulasan tentang masing-masing penyakit hepatitis dan cara penularannya:

Hepatitis A

Hepatitis A biasanya bersifat akut, cepat sembuh dengan sendirinya, dan tidak menyebabkan infeksi kronis. Penularan virus hepatitis A adalah melalui jalur fecal-oral, yang artinya dari feses maupun mulut. Biasanya penularan terjadi pada pencemaran air minum dan makanan, makanan mentah, sanitasi yang buruk, dan kebersihan personal yang rendah. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan, mulai dari lingkungan hingga diri sendiri.

Hepatitis B

Virus hepatitis B dapat menular melalui persalinan dari ibu ke bayi, serta cairan tubuh maupun darah orang lain (seperti jarum suntik, pisau cukur, tato, maupun kontak seksual). Virus hepatitis B dapat berkembang menjadi hepatitis B kronis. Usia orang saat tertular virus ini menentukan seberapa mudah virus hepatitis B tersebut berkembang menjadi kronis. Pada bayi, infeksi hepatitis B akan menjadi hepatitis B kronis sebanyak 95%. Pada balita, sebanyak 20-30% akan menjadi kronis. Pada dewasa, hanya 5% yang akan menjadi hepatitis B kronis. Vaksin hepatitis B juga sudah terbukti efektif untuk pencegahan terinfeksi Hepatitis B.

Hepatitis C

Sebanyak 75-85% orang yang terinfeksi virus hepatitis C akan menjadi hepatitis C kronis. Penyakit ini tertular melalui darah penderita, seperti transfusi darah, jarum suntik, tato, dan persalinan. Berbeda dengan hepatitis B, kontak seksual dengan penderita hepatitis C dan meminjam barang seperti pisau cukur atau sikat gigi lebih jarang menularkan virus hepatitis C. Sayangnya, belum ada vaksin untuk hepatitis C.

Hepatitis D

Virus hepatitis D jarang ditemukan. Virus ini membutuhkan virus hepatitis B untuk berkembang biak. Oleh karena itu, virus ini hanya dapat menginfeksi orang yang terinfeksi virus hepatitis B. Infeksi ganda tersebut menghasilkan penyakit yang sangat berbahaya. Sama seperti virus hepatitis B, penularan virus hepatitis D juga melalui cairan tubuh dan darah. Vaksin hepatitis B akan memberikan perlindungan terhadap virus hepatitis D.

Hepatitis E

Hepatitis E biasanya akut dan tidak menjadi infeksi kronis. Sama seperti virus hepatitis A, virus hepatitis E juga menular melalui jalur fecal-oral. Jagalah kebersihan makanan, air, lingkungan dan diri sendiri agar terhindar dari infeksi virus hepatitis E.

Dengan mengenali cara penularan masing-masing jenis virus hepatitis, Anda dapat mencegah terinfeksi penyakit berbahaya ini.

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar