Sukses

Mengenal Alzheimer Lebih Dekat

Penyakit Alzheimer tidak boleh dianggap enteng, meskipun kondisi tersebut terjadi pada lansia sekalipun. Kenali penyebab dan faktor risikonya di sini.

Menjadi tua merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari. Ini berarti Anda juga akan mengalami banyak perubahan. Di samping penurunan fungsi fisik, aspek yang paling sering dikaitkan dengan penuaan adalah perihal kepikunan. Akan tetapi, pada sejumlah orang, kepikunan ini dapat berlangsung cukup berat hingga menyebabkan kematian karena proses ‘penyakitnya’. Penyakit ini disebut sebagai Alzheimer.

Penyebab Alzheimer

Meskipun sering terjadi pada lansia, bukan berarti penyakit ini menyerang semua orang yang sudah tua. Tentunya ada penyebab dan faktor risiko yang membuat orang terkena Alzheimer. Gabungan dari faktor genetik, gaya hidup, dan faktor lingkungan yang memengaruhi otak dalam jangka waktu yang lama disebut sebagai penyebabnya.

Otak penderita Alzheimer memiliki jumlah sel saraf dan koneksi antar sel saraf yang lebih sedikit dibandingkan otak yang sehat. Pada pemeriksaan otak penderita Alzheimer, ditemukan penumpukan plak-plak dari protein tertentu yang dapat mengganggu sistem transpor nutrisi otak. Hal tersebut yang kemudian menyebabkan Alzheimer.

Faktor Risiko Alzheimer

Terdapat sejumlah faktor risiko yang dapat mempermudah terjadinya Alzheimer. Faktor-faktor risiko tersebut adalah:

  • Usia

Risiko menderita Alzheimer cukup tinggi pada usia 65 tahun atau lebih, dengan laju gangguan meningkat dua kali lipat setiap dekade setelah usia 60 tahun.

  • Riwayat Keluarga dan Genetik

Risiko menderita Alzheimer akan lebih tinggi bila keluarga derajat pertama, yaitu orangtua atau saudara kandung menderita Alzheimer.

  • Sindrom Down

Banyak penderita sindrom Down yang mengalami Alzheimer. Bahkan, mereka cenderung terkena Alzheimer 10-20 tahun lebih awal dibandingkan dengan orang yang tidak menderita sindrom Down.

  • Jenis Kelamin

Survei menyebutkan bahwa Alzheimer lebih banyak terjadi pada wanita. Hal ini bisa disebabkan karena umur wanita yang cenderung lebih panjang dibandingkan pria.

  • Gangguan Kognitif Ringan

Orang dengan gangguan kognitif seperti kepikunan cenderung lebih mudah mengalami Alzheimer.

  • Riwayat Trauma Kepala

Orang yang pernah mengalami cedera kepala berat memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita alzheimer.

  • Gaya Hidup dan Kesehatan Jantung

Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa faktor-faktor yang menimbulkan penyakit jantung mungkin dapat meningkatkan risiko Alzheimer, yaitu kurang olahraga, merokok, kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan sebagainya.

  • Interaksi Sosial dan Tingkat Pengetahuan

Risiko Alzheimer dapat berkurang jika orang melakukan aktivitas sosial dan mental yang berkelanjutan hingga usia tua. Misalnya, bersosialisasi, main teka-teki silang, dan sebagainya. Tingkat edukasi yang rendah juga dapat meningkatkan risiko Alzheimer.

Alzheimer bukan sekadar penyakit kepikunan biasa. Karena itu, bantulah penderita untuk memperoleh penanganan yang lebih serius pula.

[RS/RH]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar