Sukses

Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Mendaki Gunung Rinjani

Anda ingin mendaki Gunung Rinjani namun masih pemula? Jangan takut! Inilah 5 hal yang perlu Anda perhatikan sebelum memulai pendakian.

Awal Mei sampai dengan akhir September adalah waktu yang tepat untuk mencoba melepas penat ibu kota dan kembali ke alam. Gunung Rinjani di Lombok adalah destinasi wisata yang patut Anda coba. Tak perlu khawatir meski Anda masih pemula! Berikut lima hal yang perlu Anda perhatikan sebelum memulai perjalanan.

  1.    Pilih waktu ideal untuk mendaki

Hindari mendaki Gunung Rinjani saat puncak musim pendakian –seperti saat libur panjang, 17 Agustus, libur Natal dan Tahun Baru. Ini karena jalur pendakian akan dipenuhi oleh pendaki lain dan akan mempersulit Anda yang masih pemula. Jika terpaksa mendaki pada saat tersebut, Anda dapat mencoba memanfaatkan jasa porter untuk membantu pendakian.

  1.    Pelajari rute pendakian

Mendaki Gunung Rinjani dapat dimulai dari beberapa tempat berbeda. Biasanya melalui Senaru atau Sembalun. Meskipun panas terik, jalur Sembalun lebih sering dipilih oleh para pendaki karena waktu tempuhnya yang relatif lebih cepat. Senaru biasanya dipilih oleh pendaki yang memakai jasa porter untuk membawa perlengkapan mereka karena jalurnya yang relatif panjang, namun rindang.

  1.    Sesuaikan perlengkapan Anda

Gunung Rinjani memiliki ketinggian 3726 mdpl (meter diatas permukaan laut). Ini menjadikan Rinjani sebagai gunung tertinggi nomor 3 di Indonesia. Medan alam gunung memiliki 2 karakteristik utama, yaitu dingin dan terik cahaya matahari sekaligus. Bawalah jaket tebal yang tahan air. Bawa juga kacamata hitam dan tabir surya dengan spf 50. Topi atau kupluk juga dapat berfungsi untuk menghangatkan telinga sekaligus melawan teriknya matahari. Pastikan Anda memakai sepatu dengan ukuran yang tepat (tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil). Peralatan lain –seperti tenda, kantung tidur, dan yang lainnya dapat Anda sesuaikan dengan standar perlengkapan pendakian pada umumnya.

  1.    Air

Air biasanya menjadi momok bagi para pendaki. Perannya vital namun merupakan beban yang berat. Gunung Rinjani memiliki Segara Anak –sumber air luas yang biasa dimanfaatkan pendaki untuk minum, masak, dan bersih-bersih. Selain Segara Anak, terdapat juga beberapa mata air di pos lainnya. Anda dapat membawa perbekalan air untuk mengawali pendakian, dan mengisi kembali botol minum di sumber air yang tersedia di pos pendakian. Selalu cukupi kebutuhan cairan tubuh Anda, karena gunung merupakan medan perjalanan yang cukup berbahaya. Dinginnya udara gunung yang membuat kulit menjadi kering dan teriknya matahari sangat mudah membuat pendaki mengalami dehidrasi.

  1.    Perbekalan

Anda dapat membeli kebutuhan logistik perjalanan sebelum memulai pendakian. Bawalah bahan makanan yang mudah dimasak dan usahakan yang tidak membutuhkan banyak air dalam proses memasaknya (untuk menghemat persediaan air). Simpan makanan Anda dalam kontainer atau plastik dengan ukuran yang sesuai agar tidak bocor dan efisien.

Namun yang paling penting, jangan lupa untuk membawa kembali semua sampah yang Anda hasilkan dalam pendakian. Ini dilakukan untuk menjaga kelestarian alam Gunung Rinjani. Pendaki biasanya membawa sendiri plastic bag untuk mengumpulkan sampah mereka, atau Anda dapat menanyakan kepada petugas tentang hal ini setempat sebelum memulai pendakian.

Itulah lima hal yang harus Anda perhatikan sebelum mendaki Gunung Rinjani. Selamat bertamasya di alam!

(NB)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar