Sukses

Olahraga untuk Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Sebelumnya, anak-anak dengan kelainan jantung tidak dianjurkan untuk berolahraga, karena dikhawatirkan dapat memperparah kondisi. Namun, penelitian terkini menemukan fakta yang sebaliknya: Olahraga bermanfaat untuk anak-anak dengan kelainan jantung!

Penyakit jantung pada anak yang umum ditemukan sehari-hari adalah penyakit jantung bawaan –sekelompok penyakit jantung yang dapat terjadi sejak lahir. Dahulu, aktivitas fisik pada anak-anak dengan penyakit jantung bawaan dibatasi, karena ditakutkan bahwa peningkatan fungsi kerja jantung yang terjadi saat olahraga tidak dapat ditoleransi oleh tubuh anak. Namun, beberapa temuan terbaru terkait hal ini menunjukkan sebaliknya. Olahraga intensitas ringan yang rutin tidak hanya aman, tetapi juga dapat bermanfaat bagi anak-anak dengan penyakit jantung bawaan.

American Heart Association (AHA) mengatakan bahwa olahraga yang paling ideal bagi anak dengan penyakit jantung bawaan adalah olahraga jenis aerobik. Olahraga yang termasuk dalam kategori ini adalah berjalan, jogging, berenang, bersepeda, hiking, maupun naik-turun tangga. Olahraga kelompok atau tim seperti bola basket, sepak bola, tenis, dan voli juga masuk ke dalam kategori olahraga aerobik. Mengapa olahraga jenis ini dianggap ideal? Para pakar mengatakan bahwa aerobik dapat membantu mengoptimalkan fungsi jantung, tidak hanya saat berolahraga namun juga saat istirahat.

Frekuensi olahraga yang disarankan AHA untuk anak dengan kelainan jantung bawaan adalah sekitar 30 menit setiap harinya, setidaknya 5 hari dalam seminggu. Namun, bila ini dianggap terlalu berat, dapat dimulai dari target yang lebih ringan lalu ditingkatkan secara bertahap. Dalam menjalani olahraga aerobik tersebut, target frekuensi nadi untuk memastikan bahwa intensitas olahraganya sudah sesuai adalah sekitar 70-80% dari angka prediksi frekuensi nadi maksimal, yang dapat dihitung dengan cara 220 dikurangi usia saat ini.

Perlu diingat juga, anak-anak dengan penyakit jantung bawaan dapat merasa lelah lebih cepat dibandingkan dengan teman-teman sebayanya. Bila di tengah olahraga mereka tampak atau mengatakan bahwa mereka kelelahan, dianjurkan untuk beristirahat terlebih dahulu. Setelahnya, mereka dapat melakukan latihan tersebut dengan kecepatan atau intensitas yang lebih rendah.

Olahraga tidak hanya seru dan menyenangkan, namun juga dapat meningkatkan kebugaran. Dengan melakukan olahraga secara rutin dan terstruktur, anak juga dapat mengembangkan keterampilan motorik dan hubungan interpersonal dengan teman-teman seusianya.

(TT/RH)

Baca Juga:

 

0 Komentar

Belum ada komentar