Sukses

3 Makanan Pemicu Sakit Jantung

Performa jantung, dipengaruhi oleh makanan yang Anda konsumsi. Artikel ini akan membahas tiga makanan yang bisa memicu sakit jantung.

“You are what you eat.” Pepatah berbahasa asing ini jelas menegaskan bahwa apa yang Anda makan akan memengaruhi diri Anda, baik performa harian maupun untuk kesehatan jangka panjang. Hal ini juga mencakup kesehatan jantung Anda.

Memilih makanan harus dilakukan dengan selektif. Apalagi, kini banyak tersedia makanan praktis dan cepat saji, namun tidak semuanya bersahabat untuk jantung. Jenis makanan tertentu bahkan berbahaya untuk jantung, dan diam-diam menumpuk risiko terjadinya penyakit jantung pada kemudian hari.

Berikut adalah jenis-jenis makanan yang berisiko tinggi menyebabkan penyakit jantung:

  1. Lemak jenuh dan lemak trans

Jenis lemak ini banyak terdapat pada margarin, butter, lemak daging, dan minyak sawit. Lemak ini juga terdapat di semua makanan yang diolah dengan cara digoreng menggunakan minyak tersebut. Asupan lemak berlebih akan mengendap di dinding pembuluh darah jantung dan dapat menyumbat aliran darah. Akibatnya, dapat terjadi serangan jantung mendadak.

Untuk menghindari ancaman penyakit jantung akibat jenis lemak ini, batasi asupan lemak jenuh maksimal empat belas gram per hari dan lemak trans dua gram per hari. Sebagai gantinya, gunakan sumber lemak yang lebih sehat seperti minyak zaitun atau canola.

  1. Produk olahan daging

Pada produk olahan daging seperti sosis, bacon, salami, dan smoked beef terdapat kandungan garam, nitrat, dan pengawet yang berbahaya untuk kesehatan jantung. Sebisa mungkin hindari jenis makanan ini, atau batasi asupannya maksimal dua kali seminggu dengan porsi kurang dari delapan puluh gram per saji.

Garam sendiri adalah ‘musuh’ jantung dan pembuluh darah. Banyaknya asupan garam akan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi yang dalam jangka panjang akan merusak organ dalam satu per satu, termasuk jantung. Dengan mengurangi asupan garam tiga gram per hari, Anda menurunkan risiko penyakit jantung sebanyak enam belas persen.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

 

  1. Soda dan minuman berkadar gula tinggi

Daftar minuman jenis ini termasuk minuman ringan bersoda, jus dengan pemanis, dan berbagai minuman manis lainnya. Tahukah Anda, dalam satu kaleng minuman ringan bersoda terkandung gula yang takarannya setara dengan sepuluh sendok makan gula? Kandungan gula yang sangat tinggi ini berpotensi menimbulkan obesitas pada kemudian hari. Obesitas dapat meningkatkan risiko timbulnya penyakit metabolisme, seperti diabetes dan darah tinggi (hipertensi) –dua penyakit yang dapat merusak jantung Anda. Satu kaleng minuman bersoda setiap harinya cukup untuk meningkatkan risiko terjadinya gagal jantung sebanyak 23%.

Untuk menghindari terjadinya penyakit jantung pada kemudian hari, hindari jenis-jenis makanan dan minuman tersebut dan ganti dengan pilihan yang lebih sehat. Di samping itu, pastikan Anda berolahraga teratur, cukup beristirahat, serta menghindari gaya hidup yang merugikan jantung Anda seperti merokok dan stres.

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar