Sukses

Alzheimer: Bukan Lupa Biasa

Alzheimer bukan hanya sekadar pikun. Penyakit ini dapat berujung pada banyak gangguan, salah satunya depresi.

Kebanyakan orang menganggap bahwa menjadi pelupa saat tua adalah hal yang wajar. Mula-mula lupa meletakkan kunci. Lalu, lupa nama dan bahkan lupa akan wajah anak-anak atau keluarga terdekat. Hati-hati, bisa jadi itu pertanda Alzheimer.  

Alzheimer merupakan penyakit kronis dan progresif yang merusak ingatan serta fungsi penting mental Anda. Alzheimer disebut sebagai penyebab terumum dari dementia, yaitu sekelompok penyakit yang terjadi pada otak yang menyebabkan hilangnya kemampuan intelektual dan sosial.

Gejala Alzheimer yang pertama muncul adalah lupa dan sering kebingungan. Seiring dengan waktu, Alzheimer akan menjadi semakin progresif dan ‘merampas’ ingatan Anda terutama ingatan atau memori jangka pendek.

Perburukan gejala berbeda-beda pada setiap individu. Perubahan mental pada Alzheimer biasanya berkaitan dengan:

  • Ingatan

Sesekali lupa di mana meletakkan kunci kendaraan memang wajar. Namun pada penderita Alzheimer, hilangnya ingatan tersebut bersifat permanen dan dapat bertambah parah hingga dapat memengaruhi kemampuan fungsi normal sehari-hari.

Penderita Alzheimer biasanya akan mengulang-ulang pertanyaan dan pernyataan, lupa akan pembicaraan yang sudah dilakukan, lupa akan janji atau peristiwa penting, lupa atau hilang di tempat-tempat yang familiar, lupa akan nama keluarga dan kerabat, kesulitan menyebutkan nama benda atau mengekspresikan apa yang ada di dalam pikiran.

  • Pemikiran

Penderita Alzheimer sering kali mengalami kesulitan berkonsentrasi dan berpikir. Selain itu, penderita Alzheimer kerap mengalami kesulitan melakukan banyak tugas secara bersamaan.

  • Membuat penilaian dan keputusan

Membuat keputusan terhadap masalah sehari-hari, misalnya saat mengemudi atau makanan yang hangus saat memasak dapat menjadi ‘tantangan’ tersendiri bagi penderita Alzheimer.

  • Merencanakan dan mengerjakan hal-hal yang familiar

Aktivitas rutin yang membutuhkan beberapa langkah seperti memasak atau bermain game menjadi sulit dilakukan oleh penderita Alzheimer. Bahkan jika sudah progresif, penderita Alzheimer akan mengalami kesulitan melakukan kegiatan yang sederhana seperti mandi atau berganti pakaian.  

  • Perubahan sikap dan perilaku

Perubahan otak yang terjadi pada penderita Alzheimer dapat memengaruhi apa yang dilakukan dan rasakan. Penderita Alzheimer dapat mengalami depresi, apatis, perubahan mood tiba-tiba, perubahan pola tidur, mudah tersinggung, dan sebagainya.

Hingga saat ini, belum ada obat-obatan yang bisa menyembuhkan penyakit Alzheimer. Obat-obatan yang ada saat ini hanya bertujuan untuk mengurangi gejala, dan efeknya sementara.

Terdapat dua jenis obat yang saat ini biasanya diberikan untuk mengatasi gejala, di antaranya inhibitor cholinesterase (seperti donepezil, rivastigmine, dan galantamine) dan memantine. Terkadang dokter juga akan memberikan obat antidepresan, obat anti-kecemasan (seperti clonazepam dan lorazepam), dan obat untuk mengatasi gangguan tidur (seperti zolpidem). 

(RS/RH)

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar