Sukses

Kontribusi Unik Palang Merah di Berbagai Negara

Merayakan Hari Palang Merah Indonesia setiap 17 September, tak ada salahnya untuk mengetahui kontribusi unik dari organisasi Palang Merah di berbagai negara.

Didirikan pada tahun 1963, International Committee of the Red Cross (ICRC) atau Komite Internasional Palang Merah merupakan organisasi yang bertujuan untuk membantu individu yang mengalami dampak dari konflik atau kekerasan serta menjunjung hukum yang melindungi korban dari peperangan. Walaupun memiliki kantor pusat yang berlokasi di Geneva, Swiss, organisasi ini juga mempunyai cabang di lebih dari 80 negara di seluruh penjuru dunia, yang telah berkontribusi dalam berbagai permasalahan yang ditemui, baik medis ataupun sosial.

SUDAN

Salah satu kontribusi ICRC di Sudan Selatan adalah peran mereka dalam hal kekerasan seksual di negara tersebut. Kekerasan seksual seperti pemerkosaan dan pencabulan dapat menimbulkan konsekuensi yang bermacam-macam, termasuk kehamilan yang tidak diinginkan, potensi tertularnya infeksi HIV, isolasi dari lingkungan sosial, serta beban psikologis bagi korban. Untuk menanggulangi masalah ini, ICRC mengadakan aktivitas edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat luas terkait kekerasan seksual dan stigma yang dapat menjadi penghalang akses bagi korban menuju sarana pelayanan yang dibutuhkan.

SURIAH DAN IRAK

Program kerja ICRC yang juga patut diketahui oleh banyak orang adalah proyek Health Care in Danger (HCID), yang merupakan suatu inisiatif kerjasama dari ICRC dan Red Crescent Movement (RCM). Proyek yang juga berjalan di Suriah dan Irak ini bertujuan untuk menangani kekerasan yang terjadi pada pasien, pekerja kesehatan, atau fasilitas kesehatan, serta memastikan akses yang aman untuk pelayanan kesehatan pada situasi konflik bersenjata atau kegawatdaruratan lainnya.

KAMBOJA

Salah satu program kerja ICRC yang tidak kalah menarik adalah pengadaan layanan kesehatan bagi narapidana di Kamboja. Dengan hanya memiliki 27 penjara dan lebih dari 18.000 narapidana, pengadaan layanan kesehatan yang tepat waktu dapat menjadi tantangan tersendiri. Namun, sejak enam tahun terakhir, ICRC turut berkontribusi dalam layanan ini dengan menyediakan fasilitas pemeriksaan medis saat narapidana baru datang ke penjara, pengadaan obat-obatan sesuai protokol klinis, dan penyimpanan rekam medis individual untuk masing-masing narapidana.

Selain beberapa program di negara-negara tersebut, masih banyak lagi program kerja dari ICRC yang memiliki tujuan mulia. Dengan banyaknya kontribusi ICRC di berbagai negara, diharapkan bahwa organisasi ini terus mendapatkan dukungan dari pemerintah dan masyarakat untuk menjalankan program kerjanya.

(RS/RH)

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar