Sukses

Lakukan Ini untuk Atasi Anak Ngamuk

Mengatasi amukan anak bukanlah perkara mudah. Apalagi jika ia sering melakukannya di tempat-tempat umum. Apa cara terbaik untuk meredakannya?

Ketika anak sedang ngamuk –atau dalam istilah medis disebut tantrum, sering kali membuat emosi orang tua ikut tersulut. Apalagi jika anak melakukannya di tempat umum atau di hadapan banyak orang. Ingin Tantrum merupakan cara anak untuk mengekspresikan frustrasi terhadap tantangan yang dihadapi saat itu.

Tantrum bisa dalam bentuk tangisan, teriakan, pukulan atau tendangan. Biasanya anak berusia dua tahunlah yang sering mengeluarkan tantrum, karena di usia tersebut anak sedang belajar untuk berkomunikasi secara efektif. Nah, saat kemampuan berbahasa anak sudah mulai bertambah, tantrum akan cenderung berkurang.

Tantrum dapat juga terjadi akibat kebiasaan. Contohnya, ketika anak menangis karena tidak dibelikan boneka kesukaannya. Kemudian Anda mencoba mendiamkannya dengan membelikan boneka tersebut. Ini akan membuat anak berpikir untuk menggunakan tantrum agar keinginanannya terpenuhi. Meskipun tantrum termasuk normal dalam perkembangan anak, sebaiknya hal itu tidak dibiarkan.

Apacara terbaik untuk meredakan tantrum pada anak?

  1. Jangan tersulut emosi. Memukul atau mencubit anak bukanlah pilihan yang tepat, karena akan memperburuk tantrum. Ambil napas panjang dan kontrol emosi.
  2. Jika Anda tahu bahwa anak mengeluarkan tantrum untuk menarik perhatian, coba untuk diam dan mengabaikannya —meskipun Anda harus berjalan di tengah supermarket membawa anak Anda yang sedang berteriak. Anak akan berhenti berteriak, karena tahu perilakunya tidak diacuhkan.
  3. Bila anak Anda menendang atau memukul seseorang, pegang dan peluk dia hingga tenang.
  4. Ketika anak sudah tenang, Anda dapat berkata kepadanya: “Kamu tidak akan mendapatkan perhatian Ayah/Ibu dengan bersikap seperti ini. Jika kamu ingin mengatakan sesuatu kepada Ayah/Ibu, gunakan kata-kata yang baik.”
  5. Bila hal tersebut tidak mempan dan tantrum bertambah parah, pilih satu lokasi untuk time-out. Dudukkan anak Anda di suatu tempat yang membosankan, misalnya: dipojok dinding, selama satu atau dua menit. Jadikan itu sebagai waktu untuk menenangkan diri bagi anak.
  6. Bila anak Anda sudah beranjak sebelum time-out selesai, kembalikan ia pada posisi time-out semula. Jangan beri respons terhadap perkataan anak selama ia dalam time-out.
  7. Ketika anak Anda sudah lebih tenang, diskusikan alasan Anda melakukan time-out. Setelah itu kembalilah beraktivitas seperti biasa. Jangan menggunakan time-out terlalu sering, karena akan menjadi tidak mempan untuk anak.

Untuk mencegah tantrum pada anak, ciptakan rutinitas harian untuk anak sehingga ia tahu apa yang dapat diharapkan. Jika hendak pergi berbelanja ke supermarket, pilih waktu saat anak tidak lapar atau lelah. Anda juga bisa menyiapkan camilan atau mainan untuk mengalihkan anak.

(RS/RH)

0 Komentar

Belum ada komentar