Sukses

9 Penyebab Sariawan pada Anak

Sama seperti orang dewasa, anak-anak pun akan merasa tidak nyaman saat sariawan. Hal buruk berikutnya akibat sariawan adalah malas makan dan minum. Apa saja fator pemicu sariawan pada anak?

Sekitar satu dari lima orang teratur mengalami sariawan. Meskipun cukup sering, bukan berarti sariawan dapat disepelekan begitu saja. Sariawan terjadi di dalam rongga mulut (pipi dan bibir bagian dalam, dasar gusi dan bawah lidah). Sariawan tidak menular, namun ada kecenderungan dapat diturunkan di dalam keluarga.

Hingga saat ini belum jelas penyebab pasti sariawan. Namun, terdapat berbagi faktor yang menyebabkan seseorang berisiko sariawan. Berikut adalah beberapa faktor pemicu sariawan pada anak:

  • Luka atau trauma karena menggigit bagian dalam bibir
  • Gesekan sikat gigi yang terlalu kuat
  • Kandungan sodium lauryl sulfate (SLS) yang terdapat pada pasta gigi
  • Kekurangan zat-zat seperti vitamin B12, asam folat, besidan vitamin C
  • Stres emosional
  • Memiliki keluarga dengan riwayat sariawan berulang
  • Infeksi virus seperti penyakit flu Singapura (penyakit tangan, kaki dan mulut)
  • Gangguan sistem pencernaan
  • Alergi makanan dan hipersensitivitas terhadap penambah rasa, asam benzoat, susu sapi, kopi, cokelat, keju, kacang, dan beberapa jenis bumbu masakan lainnya

Sariawan biasanya menghilang dalam satu hingga dua minggu. Bila anak mengalami sariawan, pastikan kebutuhan cairannya terpenuhi. Sebab tak jarang anak menjadi malas makan dan minum saat mengalaminya. Tetap berikan ASI atau susu formula bila anak masih di bawah enam bulan (meskipun sebenarnya jarang sekali anak di bawah satu tahun mengalami sariawan). Jika sudah di atas enam bulan dapat diberikan cairan lain seperti air putih atau jus buah. Jika sudah di atas satu tahun dapat diberi susu UHT.

Untuk makanan, pilih yang lunak dan dingin seperti yoghurt, kentang tumbuk, puree buah dan sayur, agar-agar dingin, puding, dan es krim. Hindari memberikan makanan yang panas dan pedas.

Tingkat keparahan sariawan juga berhubungan dengan kebersihan rongga mulut anak. Menjaga kebersihan rongga mulut dapat menurunkan kemungkinan terjadinya sariawan berulang serta keparahan. Oleh sebab itu, ajari anak yang sudah agak besar untuk menjaga kebersihan rongga mulut dengan menggosok gigi dan berkumur sesudah makan dan sebelum tidur. Saat anak mengalami sariawan dapat diajarkan berkumur dengan air garam. Berikan contoh pada anak karena pada dasarnya anak cenderung mengikuti kebiasaan yang dilakukan orangtua di rumah.

(RS/RH)

0 Komentar

Belum ada komentar