Sukses

Perjalanan Dengue di Indonesia

Sejak tahun 1968, Indonesia menjadi negara dengan kasus dengue tertinggi di Asia Tenggara. Bagaimana kisah penyakit dengue di Indonesia?

Wabah dengue pertama di dunia terjadi di Filipina pada tahun 1953. Sejak saat itu, dengue menyebar di berbagai negara di Asia Tenggara. Di Indonesia, dengue pertama kali terdeteksi pada tahun 1968 di Surabaya dan Jakarta. Saat itu, terdapat sekitar 70 orang mengalami demam yang tidak jelas penyebabnya. Sebanyak 58 orang memiliki hasil pemeriksaan yang sesuai dengan infeksi dengue. Dari 58 orang yang dinyatakan positif terinfeksi dengue, 24 orang meninggal.

Sejak munculnya infeksi ini di Surabaya dan Jakarta, Indonesia terus menjadi negara dengan kasus dengue tertinggi di Asia Tenggara hingga saat ini. Kejadian luar biasa (KLB) dengue pertama di Indonesia terjadi di Semarang pada tahun 1973. Saat itu terdapat 6.225 orang yang positif mengalami dengue. Pada tahun tersebut, sudah mulai ada kejadian syok akibat dengue, dan virus Dengue (DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4) telah berhasil diisolasi dari darah manusia yang terinfeksi.

Pada tahun berikutnya, terjadi KLB di Manado. Saat itu lebih dari 100 orang mengalami dengue, dan 37 orang di antaranya mengalami syok dan meninggal dunia. Sebelumnya, infeksi dengue hanya terjadi di Pulau Jawa. Namun sejak tahun 1974 inilah dengue mulai tersebar ke pulau-pulau lainnya di Indonesia.

Dari tahun ke tahun, angka kejadian penyakit dengue terus meningkat. Awalnya pola penyakitnya tidak jelas. Namun lama-kelamaan terlihat bahwa angka kejadian penyakit ini lebih tinggi pada saat peralihan musim, yaitu pada awal musim hujan dan saat mulai musim kemarau. Data dari Departemen Kesehatan menunjukkan bahwa kasusnya memuncak setiap 10 tahun sekali, yaitu pada 1988, 1998, dan 2008. Mungkin saja kasusnya akan kembali memuncak pada 2018.

Awal ditemukannya penyakit dengue, penyakit ini lebih banyak menyerang anak usia sekolah. Namun berdasarkan data yang dihimpun oleh Departemen Kesehatan, dengue saat ini juga banyak menyerang remaja dan orang dewasa usia produktif. Kondisi iklim di Indonesia yang nyaman bagi nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus Dengue, merupakan faktor utama penyebab dengue berulang kali mewabah di Indonesia.

Hal yang sedikit menggembirakan di tengah kejadian infeksi dengue yang terus meningkat di Indonesia adalah angka kematian akibat dengue di negara ini semakin menurun. Awal ditemukan di Indonesia 48 tahun yang lalu, angka kematiannya mencapai 41%, namun saat ini angka kematian akibat dengue sudah kurang dari 1%.  Setidaknya, meskipun angka kejadian infeksi dengue masih tinggi di Indonesia, kejadian komplikasi berbahayanya saat ini sudah cukup rendah.

Untuk itu, kenalilah ciri-ciri dan pencegahan infeksi dengue, supaya Anda terhindar dari wabah penyakitnya.

(RS/RH)

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar