Sukses

Infeksi Dengue Akibat Perubahan Iklim Global

Selama 30 tahun terakhir, perubahan iklim global dan perpindahan manusia membuat infeksi dengue muncul dan semakin bertambah jumlahnya.

Dengue merupakan penyakit yang ditularkan oleh kelompok nyamuk Aedes. Infeksi dengue banyak terjadi di daerah yang beriklim tropis –seperti Indonesia, Meksiko, dan Brasil.

Selama 30 tahun terakhir, perubahan iklim global dan perpindahan manusia membuat infeksi dengue muncul dan semakin bertambah jumlahnya di daerah dengan empat musim–seperti Amerika Utara dan Australia.

Pada tahun 2100, diperkirakan akan terjadi peningkatan suhu sekitar 2oC di seluruh dunia. Peningkatan suhu ini berpotensi memperluas penyebaran dan memperlama masa penularan virus dengue,terutama di negara-negara dengan perbedaan suhu yang ekstrem –umumnya yang memiliki empat musim. Di negara beriklim tropis seperti Indonesia, sebaran infeksi dan lamanya masa penularan belum terpengaruh. Namun laju penularan akan meningkat,sehingga akan terjadi lebih banyak wabah demam berdarah dengue.

Mengapa perubahan iklim global meningkatkan risiko infeksi dengue?

Perubahan iklim global terjadi akibat fenomena global warming, yaitu peningkatan bertahap suhu atmosfer bumi yang berkaitan dengan efek rumah kaca. Efek rumah kaca terjadi akibat emisi karbondioksida di udara melalui perilaku manusia yang merusak lingkungan –seperti;penambangan batu bara atau penebangan liar yang menyebabkan kebakaran hutan. Pada efek rumah kaca, energi panas terperangkap sehingga tidak bisa dikeluarkan dari atmosfer bumi.

Fenomena global warming menyebabkan perubahan variabel iklim –seperti;suhu, kelembapan udara dan curah hujan di seluruh dunia. Kelompok nyamuk Aedes yang menularkan virus dengue pada manusia sangat sensitif terhadap perubahan variabel-variabel tersebut.

Suhu udara yang lebih hangat akan memperpendek masa inkubasi virus –waktu dari infeksi (saat nyamuk menggigit) hingga timbulnya gejala penyakit dengue. Suhu yang lebih tinggi akan mempercepat waktu perkembangbiakan virus di dalam tubuh nyamuk. Di samping itu, nyamuk juga menjadi lebih ‘menular’ dan lebih aktif menggigit. Akibatnya, peluang untuk menginfeksi manusia pun lebih tinggi sebelum nyamuk tersebut mati. Secara geografis, penyebaran nyamuk semakin luas akibat adanya peningkatan suhu tersebut. Nyamuk menjadi lebih bisabertahan hidupdi musim dingin pada area yang sebelumnya terlalu dingin baginya.

Selain peningkatan suhu, tingginya kelembapan udara dan curah hujan membuat habitat nyamuk lebih ideal untuk bertahan hidup. Perubahan cuaca membuat manusia cenderung menyimpan air di dalam media penampungan. Tentunya, ini akan semakin memudahkan nyamuk untuk berkembang biak.

Iklim merupakan salah satu faktor penting bagi keberlangsungan makhluk hidup. Ketika iklim berubah, makhluk hidup akan berpindah untuk tinggal di habitat yang lebih cocok baginya. Perilaku manusia yang merusak lingkungan bertanggung jawab terhadap perubahan iklim global yang terjadi. Secara tidak langsung, manusia jugalah yang menyebabkan infeksi dengue meningkat. Karena itu, upaya perbaikan lingkungandalam rangka mencegah penyebaran infeksi dengue merupakan tanggung jawab setiap orang demi keuntungan seluruh umat manusia di bumi ini.

(NB/RH)

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar