Sukses

Risiko dan Persiapan Kateterisasi Jantung

Besar kemungkinan seseorang yang mengalami penyempitan pembuluh darah pada jantung akan menjalani prosedur kateterisasi jantung. Adakah risiko dari prosedur medis ini dan bagaimana persiapannya?

Serangan jantung dapat menimpa siapa saja yang memiliki gaya hidup berisiko. Sering merokok, kurang aktivitas fisik,  dan mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebih merupakan beberapa contoh perilaku berisiko. Jika seseorang mengalami serangan jantung karena penyempitan pembuluh darah, prosedur medis kateterisasi jantung mungkin dilakukan untuk mengetahui kondisi jantung penderita. Secara spesifik, setidaknya ada enam hal yang dapat diketahui oleh dokter melalui kateterisasi jantung.

Ketika melaksanakan prosedur kateterisasi jantung, Dokter akan memasukkan sebuah selang panjang tipis yang disebut dengan kateter. Kateter dimasukkan ke pembuluh darah besar pada  area selangkangan atau lengan. Selanjutnya melalui pembuluh darah kateter akan berjalan mengarah hingga ke jantung Anda. Jika pada pembuluh darah jantung diindikasikan terdapat penyempitan, sebuah balon berukuran kecil yang diletakkan di ujung kateter dapat dipompa menjadi besar, melebarkan pembuluh darah dan membebaskan sumbatan.

Risiko dari kateterisasi jantung

Pada umumnya kateterisasi jantung merupakan tindakan medis yang sangat dijamin keamanannya. Sangat sedikit pasien dalam perawatan yang mengalami masalah terkait kateterisasi jantung. Hal paling umum terjadi adalah memar yang terdapat pada area tempat kateter dimasukkan. Penggunaan pewarna kontras untuk memberi gambaran X-ray yang akan muncul pada monitor X-ray dapat menyebabkan beberapa orang merasa sakit perut atau gatal-gatal.

Mempersiapkan diri untuk kateterisasi jantung

Sebelum menjalani kateterisasi jantung, Anda akan diberikan petunjuk mengenai makanan dan minuman yang haru Anda konsumsi selama 24 jam sebelum pemeriksaan dilakukan. Biasanya, Anda akan diminta untuk tidak makan atau minum apa pun selama enam sampai delapan jam sebelum prosedur kateterisasi jantung.

Beritahu dokter tentang obat-obatan (termasuk obat yang Anda beli di toko, suplemen herbal maupun vitamin) yang Anda konsumsi. Dokter mungkin meminta Anda untuk tidak mengonsumsinya sebelum kateterisasi jantung dilakukan. Jangan berhenti minum obat –kecuali dokter memberitahu Anda untuk berhenti.

Informasikan kepada dokter atau perawat jika Anda alergi terhadap sesuatu, terutama yodium, kerang, lateks atau karet produk, obat-obatan seperti penisilin, atau zat pewarna X-ray (jika Anda mengetahuinya). Koordinasikan agar ada seseorang yang mengantar Anda pulang setelah prosedur kateterisasi jantung selesai. Jika Anda seorang pengguna rutin alat bantu dengar, pakailah alat bantu dengar Anda selama prosedur. Jika Anda mengenakan kacamata, kenakanlah pada saat persiapan prosedur kateterisasi jantung.

Semoga petunjuk ini membantu Anda menjalani prosedur kateterisasi jantung maupun mendampingi keluarga Anda yang perlu menjalaninya.

(RH)

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar