Sukses

Taklukkan Depresi dengan Yoga

Tahukah Anda, selain untuk kesehatan dan kebugaran tubuh, yoga juga dapat menyehatkan pikiran dengan mengobati depresi?

Tidak hanya penyakit fisik yang dialami oleh manusia modern sekarang ini. Dengan adanya tekanan dan tantangan hidup dewasa ini, pikiran pun bisa terancam oleh penyakit. Ritme kehidupan modern yang berjalan begitu cepat tak jarang menyebabkan orang jatuh ke dalam stres dan depresi.

Selain mengobati depresi dengan terapi konseling (psikoterapi) atau mengonsumsi obat, yoga juga dapat menjadi alternatif terapi yang lebih menyenangkan dan menyehatkan.

Bagaimana Yoga Mengatasi Depresi

Hatha yoga. Ini adalah salah satu jenis yoga yang paling banyak dipraktikkan. Ada tiga elemen utama hatha yoga; yaitu asana atau pose fisik, pengaturan pernapasan, serta meditasi.

Dampak dari ketiganya antara lain dapat menimbulkan efek relaksasi yang dapat menurunkan kecemasan dan depresi. Hal ini terbukti dengan menurunnya tekanan darah, laju napas, serta denyut jantung dari mereka yang telah rutin melakukan yoga.

Yoga juga dapat meningkatkan produksi hormon serotonin, suatu hormon yang jumlahnya kurang pada orang yang mengalami depresi. Selain berolahraga, yoga juga dapat menjadi ajang berkumpul dan bersosialisasi dengan teman ataupun bertemu dengan orang baru. Perbaikan dari kehidupan sosial tersebut juga dapat berdampak kepada timbulnya mood yang lebih baik.

Didukung Penelitian

Temuan bahwa yoga dapat menjadi alternatif terapi bagi depresi telah didukung oleh berbagai penelitian di seluruh dunia. Salah satunya adalah suatu penelitian di Jerman yang dipublikasikan pada tahun 2005 terhadap 24 wanita yang mengalami stres dan depresi.

Mereka menjalani kelas yoga selama 90 menit, yang dilakukan secara rutin selama tiga bulan berturut-turut. Dari penelitian tersebut, didapati bahwa angka kejadian depresi menurun sebesar 50%, angka stres dan kecemasan menurun 30%, dan kebahagiaan secara keseluruhan meningkat sebesar 65%. Selain itu, gejala-gejala psikosomatik seperti sakit kepala, nyeri punggung, dan insomnia juga didapati membaik pada grup tersebut.

Tidak hanya pada kelompok yang mengalami depresi umum saja, yoga ternyata juga bermanfaat positif bagi mereka yang mengalami depresi akibat penyakit seperti demensia, kanker, dan epilepsi.

Lebih lanjut, yoga dapat menjadi terapi tambahan bagi mereka yang mengalami depresi berat pascatrauma (post-traumatic stress disorder). Hal ini dibuktikan dengan perbaikan mood dan kebahagiaan dari tentara-tentara yang telah menjalani peperangan di Irak dan Afganistan.

Meskipun secara umum yoga aman untuk dilakukan, para lansia yang memiliki masalah dengan fleksibilitas harus berhati-hati melakukannya. Begitu pula dengan orang-orang yang mengalami kelumpuhan. Perlu diingat bahwa yoga tidak dapat dijadikan sebagai satu-satunya terapi untuk mengobati depresi sedang dan berat. Psikoterapi dan obat turut dibutuhkan untuk mengatasi depresi yang lebih lanjut.

(RS/RH)

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar