Sukses

Tetap Sehat Saat Bepergian Menggunakan Pesawat

Bepergian jauh menggunakan pesawat sering menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Inilah beberapa masalah kesehatan yang kerap timbul dan cara untuk mengatasinya.

Bepergian jauh menggunakan pesawat umumnya membutuhkan waktu berjam-jam lamanya. Ini kerap menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Seringkali keluhan yang terjadi akibat perjalanan menggunakan pesawat dianggap sebagai penyakit. Padahal keluhan tersebut disebabkan oleh adanya perubahan tekanan udara di pesawat.

Nah, bagi Anda yang hendak bepergian jauh menggunakan pesawat, berikut beberapa masalah kesehatan yang biasanya terjadi dan cara untuk mengatasinya:

  • Dehidrasi

Kelembapan yang rendah di pesawat dapat menyebabkan cairan tubuh keluar. Tanpa disadari, ini dapat membuat Anda kehilangan cairan cukup banyak. Jika dibiarkan, kehilangan cairan dapat berujung dehidrasi yang sangat berbahaya –terlebih pada orang lanjut usia. Gejala awal dehidrasi dapat berupa rasa haus, serta kulit, dan bibir menjadi kering. Untuk mengatasinya, jangan ragu untuk minum air putih dan mengaplikasikan pelembap kulit serta bibir. Beberapa jenis minuman –seperti kopi dan teh– sebaiknya dihindari karena dapat membuat dehidrasi bertambah berat.

  • Motion sickness

Motion sickness atau mabuk udara umum dialami oleh mereka yang belum pernah atau jarang bepergian menggunakan pesawat. Gejalanya beragam; mulai dari mual, muntah, pusing hingga keringat dingin. Untuk menyiasatinya, Anda bisa mengonsumsi obat dengan kandungan dimenhydrinate sebelum melakukan perjalanan dengan pesawat. Hindari juga membaca atau menunduk ke bawah, terlebih jika Anda sedang mual. Usahakan pandangan tetap lurus ke depan. Saat di pesawat, hindari kondisi perut yang kosong.

  • Deep-vein thrombosis (DVT)

DVT atau trombosis vena dalam merupakan penyumbatan yang terjadi di pembuluh darah balik. Ini dapat menyebabkan gejala nyeri/sakit serta pembengkakan pada daerah betis. Jika dibiarkan, DVT bisa menyebabkan komplikasi lebih lanjut –seperti penyumbatan pada pembuluh darah di paru. Sebagai pencegahan, hindari duduk berlama-lama di pesawat. Usahakan untuk sesekali berjalan dan menggerakkan kaki Anda. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan stocking khusus untuk mencegah DVT.

  • Nyeri telinga

Nyeri telinga akibat adanya perubahan tekanan di udara merupakan salah satu masalah yang kerap terjadi saat melakukan perjalanan menggunakan pesawat. Untuk mencegahnya, Anda bisa melakukan manuver valsava. Caranya; tiupkan udara melalui lubang hidung dengan kondisi mulut dan hidung tertutup. Namun demikian, manuver ini tidak boleh dilakukan jika Anda sedang mengalami infeksi saluran pernapasan.

  • Jet lag

Jet lag adalah efek fisik yang terjadi akibat penerbangan panjang melintasi beberapa zona waktu. Jet lag disebabkan oleh adanya gangguan irama sirkadian atau irama fisiologis tubuh. Gejalanya dapat berupa dehidrasi, kelelahan, serta gangguan pola tidur. Untuk mengatasinya, Anda harus mempersiapkan segala keperluan dair jauh-jauh hari, serta tidur lebih awal.

(NB/RH)

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar