Sukses

Zika Lebih ‘Mengincar’ Si Miskin?

Salah satu faktor yang diduga menyebabkan orang lebih rentan terinfeksi Zika adalah kemiskinan.

Daniele, wanita Brasil, mengalami demam dan ruam kulit  di bulan kelima kehamilannya. Pada akhir Desember 2015, ia melahirkan bayi laki-laki dengan kerusakan otak yang berat. Dokter mengatakan bahwa kondisi tersebut terjadi akibat Zika yang menginfeksinya saat hamil. Saat diwawancarai oleh media lokal, Daniele menuturkan, “Saya orang miskin, tidak punya apa-apa. Saya hanya memiliki Zika dan bayi malang ini”. Benarkah Zika berhubungan dengan kemiskinan?

Zika, Kemiskinan, dan Kontrasepsi

Kemiskinan memang diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan orang lebih rentan terinfeksi Zika. Untuk menghindari peluang terinfeksi Zika di Brasil, WHO bahkan memberikan anjuran untuk menghindari lokasi yang kumuh dan padat penduduk. Beberapa penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan adanya hubungan antara Zika dan kemiskinan.

Salah satu hal yang menjelaskan hubungan tersebut adalah karena nyamuk Aedes aegypti, yang menjadi pembawa virus Zika, menyukai lingkungan yang gelap dan sejuk. Itulah sebabnya lingkungan yang sangat padat penduduk, di mana sinar matahari tidak dapat masuk ke dalam rumah dengan optimal, akan ‘mengundang’ nyamuk Aedes aegypti untuk datang, menggigit, dan menyebarkan virus pada penghuni rumah. Pada pemukiman yang kumuh juga sering terdapat genangan air, misalnya pada lubang di lantai, pada dinding yang retak, atau pada pipa yang bocor. Genangan air menjadi tempat kesukaan nyamuk Aedes aegypti untuk bertelur dan berkembang biak.

Rendahnya tingkat pendidikan masyarakat miskin dan terbatasnya informasi kesehatan yang bisa mereka dapatkan juga turut berperan. Apalagi untuk penyakit yang masih tergolong asing di telinga, seperti Zika –informasi tentang gejala dan cara pencegahan belum banyak diketahui.

Selain itu, hal penting lainnya dalam pencegahan dan penanganan Zika adalah kontrasepsi. Orang yang diduga terinfeksi Zika sebaiknya menggunakan kondom dahulu selama setidaknya delapan minggu. Tujuannya untuk mencegah penularan dan mencegah kehamilan saat terinfeksi Zika. Karena itu, kehamilan seharusnya direncanakan dengan baik, setiap pasangan bisa mendapatkan kontrasepsi dengan mudah, dan wanita memiliki hak meminta pasangannya untuk menggunakan kondom.

Pada masyarakat menengah ke bawah, hal tersebut masih menjadi kendala. Wanita masih menjadi pihak yang lemah dan cenderung pasrah terhadap pasangannya. Fenomena ini yang terjadi di Rio de Janeiro. Meski pemerintah setempat telah mengeluarkan anjuran kepada kaum wanita untuk tidak hamil sementara waktu, kecacatan pada bayi yang lahir akibat Zika tetap terjadi, terutama pada penduduk dengan ekonomi rendah.

Masyarakat miskin memang lebih rentan mengalami infeksi Zika. Namun, dengan perilaku hidup bersih dan sehat serta akses yang baik terhadap kontrasepsi, Zika dapat dihindari.

(RS/RH)

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar