Sukses

Benarkah Narkoba dapat Meningkatkan Kreativitas?

Kebanyakan pengguna narkoba bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas. Benarkah ini jika ditinjau dari ‘kacamata’ medis?

Belakangan ini marak pemberitaan tentang penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan artis. Fenomena ini tidak hanya terjadi sekali atau dua kali di dunia artis. Deretan artis terdahulu –seperti Jim Morison, Michael Jackson, Amy Winehouse, Elvis Presley, dan Kurt Cobain– pernah terjerat kasus yang sama, yaitu narkoba.

Berawal dari Coba-coba

Kebanyakan pengguna narkoba mengawalinya dengan coba-coba. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas. Ada pula yang berpikiran bahwa narkoba dapat meningkatkan energi dan semangat. Bagaimana pandangan dunia medis mengenai hal ini?

Narkoba adalah obat-obatan yang dapat memengaruhi kondisi kejiwaan (pikiran, perasaan, dan perilaku) seseorang. Terdapat banyak sekali jenis narkoba, yakni narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.

Berdasarkan efeknya narkoba dibagi menjadi tiga, yaitu:

  • Stimulan

Narkoba jenis ini dapat membuat pemakainya merasa lebih aktif, bergairah, gembira, dan bersemangat. Contoh narkoba jenis ini adalah amfetamin (ekstasi, sabu), dan kokain.

  • Depresan

Narkoba jenis ini membuat pemakainya merasa lebih tenang karena sifatnya sebagai obat penenang. Di samping itu, narkoba jenis ini juga dapat digunakan sebagai obat tidur. Contohnya: diazepam/valium, opioid (heroin, morfin, codein).

  • Halusinogen

Halusinogen artinya dapat menimbulkan halusinasi. Narkoba yang tergolong jenis ini adalah marijuana (ganja) dan lysergic acid diethylamide (LCD).

Narkoba dan Kreativitas

Penelitian dilakukan untuk mencari tahu hubungan antara narkoba dan kreativitas. Di Belanda, penelitian terhadap 60 orang menggunakan marijuana/ganja dosis rendah dan dosis tinggi menunjukan bahwa marijuana dosis rendah tidak memiliki efek meningkatkan kreativitas dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi marijuana sama sekali. Sedangkan marijuana dosis tinggi justru menurunkan tingkat kreativitas secara signifikan.

Penyalahgunaan narkoba justru dapat membuat seseorang menjadi ketergantungan. Maksudnya, untuk mendapatkan efek yang diinginkan dibutuhkan dosis yang lebih banyak. Apabila dihentikan penggunaannya pada fase ketergantungan, maka akan menyebabkan reaksi putus obat atau sakau. Di samping itu, narkoba juga dapat menimbulkan efek samping berupa gangguan daya ingat, gangguan perhatian/konsentrasi, gangguan perilaku dan pengendalian diri, gangguan motivasi, dan gangguan persepsi/halusinasi. Ini akan berakibat pada rusaknya hubungan pribadi maupun sosial pengguna narkoba tersebut.

Pemikiran bahwa narkoba dapat meningkatkan kreativitas dan produktivitas sama sekali tidak benar. Banyak artis-artis terkenal yang mengonsumsi narkoba justru meninggal karena overdosis di puncak kejayaanya mereka. Sekali mencoba narkoba, maka dapat menyebabkan kecanduan dan penderitaan tiada henti. Ingat, narkoba tidak hanya dapat membunuh jiwa Anda tapi juga dapat berakibat fatal; kematian. 

(NB/RH)

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar