Sukses

Agar Makanan Tetap Hangat

Sudah susah-susah memasak, makanan yang tersaji cepat sekali dingin. Rasanya pun tidak senikmat saat baru dimasak. Bagaimana triknya agar makanan tetap hangat?

Apakah Anda sering merasa kesulitan saat menyiapkan makanan, karena makanan tersebut sudah keburu dingin sebelum disantap?

Perlu dipahami bahwa bahwa tidak semua bahan dapat dijadikan pembungkus makanan panas. Benda-benda yang panas, terutama makanan dan minuman, harus ditangani secara khusus dan disimpan dalam kemasan yang aman untuk kesehatan.

Salah satu contoh bahan pembungkus yang tidak aman untuk makanan hangat adalah plastik. Penelitian telah membuktikan bahwa semua bentuk plastik melepaskan berbagai bahan kimiawi ketika dipanaskan –termasuk saat terkena makanan atau minuman bersuhu tinggi. Bahan-bahan kimia tersebut misalnya adipate, phthalate, dan bisphenol A, yang diketahui dapat berakibat buruk terhadap kesehatan dalam jangka panjang.

Untuk menjaga makanan tetap hangat di dalam pembungkus yang aman bagi kesehatan, sebaiknya pahami terlebih dahulu mengenai perpindahan panas yang berhubungan dengan tiga prinsip ini:

  1. Radiasi

Perpindahan panas secara radiasi terjadi lewat emisi gelombang elektromagnetik. Untuk menghindari kehilangan panas makanan lewat radiasi, gunakan penutup atau pembungkus makanan yang bersifat reflektif (misalnya gunakan bagian mengilap dari alumunium foil untuk menutup makanan). Permukaan yang reflektif ini akan memantulkan kembali partikel panas kepada makanan. Cara ini menjelaskan mengapa bagian dalam tas para pengantar makanan (jasa food delivery) memiliki pelapis yang berwarna keperakan.

  1. Konduksi

Perpindahan panas lewat konduksi terjadi pada permukaan yang mengenai makanan atau minuman tersebut. Untuk itu pilihlah wadah yang bersifat menahan panas (disebut insulator). Salah satunya adalah dengan menggunakan wadah atau botol vakum. Botol vakum mengombinasikan cara menghindari hilangnya panas secara radiasi dan konduksi. Dengan menggunakan wadah atau botol vakum, maka makanan akan hangat lebih lama.

  1. Konveksi

Konveksi merupakan perpindahan panas tanpa melalui kontak. Misalnya perpindahan panas lewat embusan udara yang melewati makanan. Untuk itu, agar makanan tetap hangat, hindarkan dari area yang sirkulasi udaranya tinggi (contohnya berada dekat jendela atau kipas angin, di mana udara bersirkulasi secara cepat).

Demikianlah tiga prinsip perpindahan panas, yang dapat menjadi patokan untuk menjaga makanan tetap hangat lebih lama. Selamat mencoba!

0 Komentar

Belum ada komentar