Sukses

Kupas Tuntas Soal Vaksin Hepatitis B

Penyakit hepatitis B sangat rentan menular ke siapa pun: bayi baru lahir, anak-anak, maupun orang dewasa. Untuk mencegahnya, cara yang paling efektif adalah dengan mendapatkan vaksinasi hepatitis B.

Apakah Anda pernah mendengar tentang penyakit hepatitis B? Penyakit yang menyerang organ hati ini bukanlah penyakit yang bisa dipandang enteng, karena dapat memicu terjadinya kanker hati hingga kematian. Untungnya saat ini telah tersedia vaksin hepatitis B untuk memutus rantai penularan kuman penyebab hepatitis B.

Vaksin hepatitis B merupakan jenis vaksin yang mengandung sebagian kecil porsi kuman, sehingga dapat memicu timbulnya kekebalan tubuh. Vaksin ini diberikan lewat suntikan. Tubuh akan memunculkan kekebalan yang sama seperti halnya sedang terinfeksi penyakit hepatitis B, meski tanpa perlu mengalami gejala penyakit hepatitis B yang sesungguhnya. Karena itu vaksin hepatitis B tergolong sebagai jenis imunisasi aktif karena memicu tubuh memproduksi kekebalan secara mandiri.

Vaksin Hepatitis B untuk Bayi dan Anak

Vaksin hepatitis B wajib diberikan pada bayi baru lahir dan anak. Bayi baru lahir wajib diberikan vaksin hepatitis B, karena salah satu jalur transmisi kuman virus hepatitis B (VHB) adalah lewat kandungan serta proses persalinan. Imunisasi akan diberikan segera setelah lahir, paling baik dalam 12 jam (0 bulan) untuk memutus transmisi VHB. Setelah pemberian vaksin pertama, dilanjutkan dengan vaksin tambahan berikutnya secara berkala yaitu saat berusia 1 bulan dan 6 bulan.

Khusus untuk bayi yang dilahirkan oleh ibu yang terserang hepatitis B selama kehamilan, selain vaksin hepatitis B (yang bersifat imunisasi aktif) bayi juga perlu mendapatkan imunisasi pasif yang disebut sebagai imunoglobulin hepatitis B (HBIG). Tujuan pemberian HBIG adalah memberikan kekebalan yang ‘sudah jadi’ dan ‘langsung dapat digunakan’ tubuh bayi, tanpa perlu menunggu tubuhnya memproduksi sendiri kekebalan tersebut lewat imunisasi aktif.

Vaksin Hepatitis B untuk Dewasa

Seperti yang disebutkan di atas, vaksin hepatitis B juga dapat diberikan pada orang dewasa yang belum memiliki kekebalan terhadap VHB. Umumnya diberikan pada orang-orang yang berisiko tinggi tertular penyakt hepatitis B, misalnya:

  • Tenaga kesehatan yang berkontak dengan cairan tubuh dan darah dari banyak orang, atau berisiko tidak sengaja tertusuk jarum suntik bekas penderita hepatitis B.
  • Penderita gangguan ginjal yang memerlukan cuci darah dan menggunakan alat cuci darah yang dipakai banyak orang.
  • Orang yang bepergian ke negara endemis hepatitis B.
  • Orang yang berkontak dengan keluarga di rumah yang menderita hepatitis B.

Terakhir, ketahuilah bahwa Indonesia termasuk sebagai negara endemis hepatitis B sedang-tinggi. Lindungi diri dengan vaksin hepatitis B bila Anda tergolong sebagai orang-orang yang berisiko tinggi terinfeksi penyakit hepatitis B. Pastikan juga buah hati Anda yang baru lahir memperoleh vaksinasi hepatitis B. Ini adalah cara yang paling efektif untuk memutuskan rantai penularan VHB.

(RS/RH)

0 Komentar

Belum ada komentar