Sukses

Bolehkah Ibu Penderita Hepatitis B Menyusui?

Cara penularan penyakit hepatitis B bisa lewat berbagai media. Bagaimana dengan ASI, apakah termasuk salah satunya?

Apakah Anda adalah salah satu ibu yang memiliki pertanyaan serupa judul di atas? Sebagai seorang ibu, Anda tentu tidak ingin ‘memindahkan’ penyakit dari tubuh Anda pada sang buah hati. Jadi wajar saja jika kecemasan seperti ini terbersit dalam pikiran Anda.

Jangan khawatir, hingga saat ini belum pernah ada laporan mengenai transmisi virus hepatitis B (VHB) lewat proses menyusui. Untuk itu, seorang ibu yang terinfeksi hepatitis B tetap dapat menyusui bayinya dengan aman. Keamanan proses menyusui dari ibu yang terinfeksi hepatitis B juga telah diakui oleh American Academy of Pediatrics (AAP). Menurut APP, infeksi VHB tidak digolongkan sebagai kontraindikasi proses menyusui.

Hal yang perlu diwaspadai adalah semua ibu menyusui dengan hepatitis B sangat disarankan untuk merawat puting susunya dengan baik. Jagalah agar puting tidak retak maupun terluka hingga mengeluarkan darah. Sebab hal tersebut berisiko memindahkan virus hepatitis B pada bayi. Selain itu, berikan vaksin hepatitis B sesuai jadwal pada anak. Bila Anda terinfeksi hepatitis B sejak kehamilan, pastikan anak memperoleh imunoglobulin hepatitis B (HBIG) dalam 12 jam kelahirannya—selain vaksin hepatitis B.

Kesimpulannya, proses menyusui dapat dilakukan dengan aman oleh ibu yang terinfeksi hepatitis B. Oleh karena itu tetap berikan ASI pada bayi Anda, mengingat ASI merupakan makanan terbaik baginya.

(RS/RH)

0 Komentar

Belum ada komentar