Sukses

Waspada dalam Gunakan Obat Agar Hati Tetap Sehat

Tidak ada yang menginginkan efek buruk saat sedang mengharapkan manfaat suatu obat. Karena itu, perlu kewaspadaan dalam mengonsumsi obat-obatan. Jika tidak, Anda bisa mengalami gangguan hati.

Gangguan kesehatan organ hati yang dipicu oleh pemakaian obat adalah kondisi yang jarang ditemukan. Namun bukan berarti tidak mungkin terjadi. Insiden yang dilaporkan memang hanya berkisar pada 1 di antara 10.000 hingga 1 di antara 100.000 pasien. Sayangnya memang tidak ada angka pasti insidennya yang bisa ditetapkan. Oleh sebab itu, kejadian gangguan hati akibat pemakaian obat tetap harus diwaspadai.

Memahami Kerusakan Hati

Kerusakan hati (hepatotoksisitas) akibat obat dapat terbagi menjadi dua jenis:

  1. Kejadian gangguan hati yang dapat diprediksi. Ini merupakan kerusakan hati yang terkait dengan dosis obat. Kebanyakan terjadi pada orang yang mengonsumsi obat dengan dosis berlebihan (hingga ambang batas toksisitasnya tercapai). Contoh obat yang menyebabkan hal ini adalah asetaminofen.
  2. Gangguan hati yang tidak dapat diprediksi. Reaksi ini terjadi tanpa peringatan, tidak terkait dengan dosis, dan dapat terjadi secara cepat atau lambat. Karakteristik pribadi setiap orang sangat berpengaruh dengan terjadinya reaksi yang tidak bisa ditebak ini.

Adapun karakteristik-karakteristik yang dapat menyebabkan seseorang lebih mudah terkena gangguan hati akibat pemakaian obat adalah sebagai berikut:

  1. Orang dewasa dan lanjut usia lebih rentan dibandingkan anak-anak.
  2. Memiliki kecenderungan genetik.
  3. Mengalami obesitas dan malnutrisi.
  4. Sedang menjalani kehamilan.
  5. Mengonsumsi beberapa obat sekaligus.
  6. Menderita penyakit organ hati lainnya, misalnya akibat alkohol.
  7. Riwayat pernah mengalami gangguan kesehatan hati akibat obat sebelumnya.

Tips Menggunakan Obat yang Baik

Tidak ada yang menginginkan efek buruk saat sedang mengharapkan manfaat suatu obat. Untuk itu, pahami kiat-kiat menggunakan obat berikut ini:

  1. Jangan mengonsumsi obat tanpa arahan dari dokter. Petunjuk dokter akan membantu Anda terhindar dari penggunaan obat yang tidak tepat –baik dosis, jenis, dan cara penggunaan.
  2. Saat memeroleh obat yang akan digunakan dalam jangka waktu panjang (misalnya lebih dari satu bulan pemakaian), mintalah informasi atas keamanan obat terhadap kesehatan hati Anda. Begitu pula saat memeroleh beberapa jenis obat sekaligus untuk dikonsumsi.
  3. Ketika memeroleh informasi bahwa Anda menerima obat yang berpotensi menyebabkan gangguan hati (contohnya dalam pemberian obat tuberkulosis paru), pahami bentuk gejala-gejala saat gangguan hati telah terjadi. Jangan abaikan gejala tersebut dan segera kunjungi dokter untuk berkonsultasi lebih lanjut.
  4. Bila pernah mengalami gangguan hati akibat pemakaian obat sebelumnya, maka risiko Anda mengalami gangguan hati akan meningkat. Jangan lupa untuk menyampaikan riwayat ini pada dokter, agar dokter lebih waspada dan menyesuaikan obat yang akan diberikan.
  5. Seperti yang telah dijelaskan, gangguan hati akibat obat dapat terjadi tanpa terprediksi. Pengetahuan masing-masing pasien untuk mengenali gejala dan tanda terjadinya gangguan hati akibat pemakaian obat sangat penting. Pendeteksian gejala kerusakan hati yang dilakukan seawal mungkin dapat mengurangi memburuknya gangguan yang terjadi.

(RS/RH)

0 Komentar

Belum ada komentar