Sukses

Waspada, Kegemukan Bisa Merusak Hati!

Kegemukan tidak hanya dapat memengaruhi kesehatan organ jantung, tetapi juga hati.

Kegemukan sering kali dikaitkan dengan risiko terjadinya penyakit jantung. Padahal masih banyak organ tubuh lain yang juga merasakan efek buruk kegemukan. Salah satunya adalah organ hati Anda!

Pengertian Kegemukan

Kegemukan adalah suatu kondisi terjadinya penumpukan lemak secara berlebih dalam tubuh. Secara perhitungan, kegemukan dapat diidentifikasi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih dari 22.9 kg/m2 (standar untuk penduduk Asia). Bila angka IMT lebih dari 25 kg/m2, maka akan digolongkan sebagai obesitas.

Jumlah Penderita Kegemukan

Terus meningkatnya angka penderita kegemukan dan obesitas membuat kondisi ini semakin menyita perhatian dunia –termasuk Indonesia. Data dari Centers for Disease Control and Prevention pada tahun 2013-2014 mengungkapkan persentase orang dewasa yang berusia 20 tahun atau lebih dengan obesitas mencapai angka 37.9% di Amerika Serikat. Bila digabungkan dengan jumlah penderita kelebihan berat badan (belum tergolong obesitas), jumlahnya meningkat menjadi 70.7%. Angka yang sangat tinggi!

Di Indonesia, berdasarkan studi yang menganalisa data Riset Kesehatan Dasar tahun 2007, didapat angka kejadian obesitas sentral (obesitas yang bermanifestasi terutama di bagian tengah tubuh) di daerah perkotaan mencapai 41.3%. Lebih tinggi daripada angka kejadian di daerah rural (28.9%).

Kegemukan & Hati

Bagaimana kegemukan dapat merusak hati? Kerusakan hati dapat terjadi lewat penumpukan sel-sel lemak pada organ hati. Penumpukan sel lemak di hati (perlemakan hati) adalah kondisi yang cukup sering ditemukan. Umumnya dialami oleh penderita kegemukan dan mengonsumsi alkohol secara kronis.

Pada awalnya, kondisi perlemakan hati tidak akan memberikan tanda dan gejala apa pun, sehingga penderita tidak menyadarinya. Gejala yang muncul pun biasanya bersifat tidak spesifik; seperti sering lemas-lemas serta nyeri di perut kanan atas. Namun penumpukan sel lemak pada hati lama-kelamaan akan mengganggu fungsi dan struktur sel hati dan menyebabkan peradangan, hingga akhirnya terbentuk jaringan parut di hati.

Bila hal-hal tersebut telah terjadi, maka hati tidak akan mampu lagi untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Padahal organ hati memiliki peran yang sangat vital, yaitu mengubah atau membuang zat-zat yang berbahaya bagi tubuh serta membentuk empedu untuk mencerna lemak. Perlemakan hati yang tidak mendapatkan penanganan, dapat berujung pada sirosis hati (kerusakan hati tahap akhir), kanker hati, hingga kematian.

Karena itu, kegemukan tidak dapat dipandang enteng –terlebih dalam kaitannya dengan hati. Apabila Anda telah mengalami kegemukan, segera atasi dengan pengaturan makanan serta berolahraga rutin. Bila perlu, konsultasikan kondisi tersebut pada dokter untuk memperoleh bantuan lebih lanjut. [RS/RH]

0 Komentar

Belum ada komentar