Sukses

Menangani Demam Setelah Imunisasi

Demam setelah imunisasi kerap terjadi pada anak. Bagaimana cara menanganinya? Yuk, ketahui cara mengatasi demam setelah imunisasi berikut ini

Imunisasi sangat penting bagi kesehatan anak dan tidak boleh terlewatkan. Hal ini dapat menghindarkan si kecil dari berbagai macam penyakit. Namun, prosedur ini kerap membuat anak demam. Bagaimana cara mengatasi demam setelah imunisasi? 

Sebenarnya, demam setelah imunisasi diakibatkan oleh reaksi sistem imun tubuh untuk mengenali dan merespons komponen vaksin yang disuntikkan ke tubuh. 

Umumnya, imunisasi dapat menimbulkan demam pada sekitar 10 persen anak. Rasio itu dapat meningkat jadi sekitar 50 persen bila anak diimunisasi Difteri Tetanus dan Pertusis (DPT).

Tapi Anda tak perlu khawatir, demam pascaimunisasi bukanlah sesuatu yang berbahaya asal ditangani dengan benar. Cara menanganinya juga tidak terlalu berbeda dengan pengobatan demam yang biasa dilakukan. Inilah tips menanganinya:

1 dari 4 halaman

1. Tingkatkan Pemberian Minum kepada Anak

Cairan tubuh anak yang sedang demam cenderung lebih mudah menguap. Akibatnya si kecil berisiko dehidrasi. Bila tidak ditangani, dehidrasi akan membuat suhu tubuh anak semakin meningkat. Oleh karena itu, anak harus memperbanyak konsumsi air minum.

2. Kenakan Pakaian Tipis 

Pakaian tebal dan berlapis-lapis akan menghalangi proses pengeluaran panas dari tubuh. Sebaiknya, anak yang sedang demam memakai pakaian yang tipis untuk mengeluarkan panas dari tubuhnya.

3. Kompres Hangat 

Kompres hangat bermanfaat untuk membuat pembuluh darah di permukaan kulit anak melebar, sehingga panas dari dalam tubuhnya lebih mudah keluar. Selain itu, panas juga bisa keluar lewat keringat usai pemberian kompres hangat.

Artikel lainnya: Bagaimana Cara Mengatasi Demam pada Anak Usai Imunisasi

2 dari 4 halaman

4. Berikan Obat Penurun Panas

Jika suhu tubuh anak lebih dari 37,5 derajat Celsius dan tidak menunjukkan penurunan dengan tips-tips di atas, maka Anda bisa memberi obat untuk menurunkan panas khusus anak. 

Baca aturan pemakaian obat dengan teliti agar penggunaan obat sesuai dosis. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Hindari menggunakan obat-obatan lain bila belum berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

5. Pantau Suhu Tubuh Anak Secara Berkala 

Memantau suhu tubuh memakai termometer lebih baik dilakukan sebelum memberi obat penurun panas. 

Lakukanlah usai memberikan obat, durasinya 30 menit sampai 1 jam setelahnya. Kemudian, perhatikan suhu tubuh si kecil tiap beberapa jam sekali untuk mengetahui perkembangannya.

Jangan tunda untuk membawa anak diperiksa dan berobat ke dokter bila suhu tubuh meningkat lebih dari 38,5  derajat Celsius, mengalami kejang, tampak lemas, sulit minum, muntah parah, sesak napas, atau terjadi penurunan respons. 

6. Istirahat Cukup

Demam membuat tubuh menjadi lemas, sehingga anak membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Ketika demam, anak biasanya akan tidur dalam waktu yang lebih lama dari biasanya. 

Hal ini sangatlah wajar. Sebab, tidur adalah salah satu bagian penting dari proses penyembuhan.

3 dari 4 halaman

7. Atur Suhu Ruangan

Suhu di ruangan menjadi hal yang tak kalah penting. Atur suhu supaya tetap sejuk. Anda bisa gunakan kipas angin tetapi jangan mengarah langsung ke anak. 

Begitu juga dengan pemakaian AC atau pengatur suhu ruangan. Usahakan suhu di ruangan tidak panas berlebihan atau dingin sekali.

Jangan biarkan anak tidak diimunisasi, karena imunisasi adalah obat. Seperti obat apa pun, senyawa ini dapat menyebabkan efek samping yang ringan. Efek samping yang lebih serius memang ada, namun kasusnya jarang terjadi.

Ikutilah tips-tips di atas untuk menangani anak yang demam setelah imunisasi. Bila ada gejala tak terduga, segera laporkan kepada dokter. Pakai fitur Live Chat dari KlikDokter untuk konsultasi dengan dokter anak lebih cepat!

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar