Sukses

Upaya Kesehatan Berbasis Teknologi Informasi (KIE)

Komunikasi, informasi, dan edukasi kesehatan (KIE) merupakan bentuk upaya promosi kesehatan yang ada di Indonesia.

Komunikasi, informasi, dan edukasi kesehatan (KIE) merupakan bentuk upaya promosi kesehatan yang ada di Indonesia. KIE menggunakan berbagai media dan semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Lalu, bagaimana teknologi informasi dapat berperan dalam promosi kesehatan sebagai salah satu bentuk KIE?

Pertumbuhan Internet

Tidak dapat dipungkiri, berbagai survei menunjukkan bahwa angka pengguna internet di dunia terus meningkat setiap harinya. Namun populasi khusus –seperti; kelompok umur 60 tahun ke atas dan kelompok berpendidikan rendah– tertinggal dalam hal penggunaan internet.

Menurut Pew Internet & American Life Project, 8 dari 10 pengguna menggunakan internet untuk mencari informasi kesehatan. Bagaimana dengan Indonesia? Menurut data Kominfo 2016, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 83,7 juta orang pada tahun 2014. Ini merupakan peringkat enam pengguna internet terbanyak di dunia.

Analis senior eMarketer –Monica Peart–mengatakan bahwa harga ponsel dan koneksi broadband mobile yang terjangkau mendorong pertumbuhan akses internet di negara-negara yang tidak bisa mengandalkan fixed line seperti di negara berkembang yang terkendala biaya dan infrastruktur. Di sinilah teknologi informasi dan internet membuka peluang besar bagi promosi kesehatan di Indonesia untuk melakukan pendekatan dengan cara yang baru.

Promosi Kesehatan dan eHealth

Konsep eHealth telah banyak menarik perhatian dan dikembangkan di Amerika serta Eropa. Kesadaran masyarakat mulai terbangun untuk mencari informasi kesehatan secara mandiri, meskipun mayoritas masih dipicu oleh kondisi medis yang dialami masing-masing individu. Namun seiring berjalannya waktu, internet semakin banyak dimanfaatkan untuk mencari informasi seputar gaya hidup sehat, diet, informasi olahraga dan kebugaran tubuh, kesehatan reproduksi, dan lain-lain.

Selain mempermudah alur birokrasi terkait kesehatan, pemerintah juga mulai memaksimalkan penggunaan teknologi informasi sebagai salah satu alternatif media KIE dalam melakukan promosi dan kampanye kesehatan. Dalam proses menuju cakupan eHealth yang luas –baik secara perangkat maupun wilayah– peran pemerintah sangat penting untuk menggerakkan masyarakat sebagai pengguna maupun pengembang teknologi ini.

Dalam ‘lautan’ informasi yang ada, pasien harus pintar memilih dan memilah informasi yang bermanfaat dan sesuai. Karenanya peran dokter dan tenaga kesehatan lainnya masih sangat dibutuhkan sebagai penengah antara pasien sebagai pengguna dan teknologi informasi itu sendiri. Konten yang diproduksi oleh tenaga kesehatan tentu akan lebih valid dibandingkan dengan konten yang tidak diketahui sumbernya.

Untuk itu, kepedulian pun sangat perlu ditumbuhkan pada para tenaga kesehatan agar dapat menyumbangkan lebih banyak ilmunya untuk mendorong perkembangan teknologi informasi kesehatan ini. Sebab ini juga merupakan pelaksanaan salah satu kewajiban dokter –yaitu promosi– di samping kurasi dan rehabilitasi.

(NB/RH)

Baca juga: 

1. Dokter Pejuang di Era Kemerdekaan Indonesia:

2. Dokter Pejuang di Era Sekarang:

0 Komentar

Belum ada komentar