Sukses

4 Kiat Memilih Obat Batuk

Salah memilih obat dapat berakibat pada batuk yang tidak kunjung sembuh. Berikut 4 kiat yang perlu Anda perhatikan agar tidak salah memilih obat batuk.

Obat batuk merupakan jenis pertolongan pertama saat batuk menyerang. Tak jarang penderita batuk tidak memerhatikan jenis obat yang cocok untuk mengatasi keluhan yang terjadi. Padahal batuk berdahak dan batuk kering memerlukan obat yang berbeda. Salah memilih obat batuk dapat berakibat pada batuk yang tidak kunjung sembuh.

Untuk itu penting bagi Anda untuk mengetahui jenis obat batuk tepat. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Kenali berbagai jenis obat batuk

Anda perlu mengenali berbagai jenis obat batuk yang beredar di pasaran.  Ekspektoran adalah jenis obat untuk jenis batuk berdahak. Fungsinya mengencerkan dahak dan mempermudah Anda mengeluarkannya. Sedangkan antitusive adalah jenis obat batuk yang dapat diberikan pada batuk kering.

  1. Lihat komposisi obat batuk

Terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika membeli obat batuk. Anda harus memerhatikan apakah obat tersebut adalah obat untuk batuk kering atau batuk berdahak. Perhatikan juga pada siapa obat batuk tersebut ditujukan; untuk anak atau orang dewasa.

  1. Jangan gunakan obat batuk lebih dari 7 hari

Obat batuk hanya dapat memperbaiki gejala, bukan penyebab yang sebenarnya. Jika menderita batuk lebih lama dari 7 hari, maka ada kemungkinan Anda mengalami penyakit yang memerlukan penanganan lebih serius. Beberapa penyebab batuk yang perlu diwaspadai adalah tuberkulosis, asma dan bronkitis kronik.

  1. Gunakan dosis yang tepat

Walalupun berbagai obat batuk dijual dengan bebas, namun jangan menggunakan obat batuk dengan dosis yang tidak tepat. Obat yang tergolong aman dan dijual bebas tetap memiliki potensi berbahaya jika digunakan melebihi dosis yang disarankan.

Ingat, pemilihan obat batuk yang tepat akan mempercepat proses penyembuhan batuk yang Anda alami.

Kini Anda tidak perlu repot lagi mencari obat batuk yang mampu mengatasi semua masalah batuk yang Anda alami. WOODS’ hadir dengan serangkaian produk yang mampu mengatasi segala jenis batuk. Rangkaian produk WOODS’ terdiri dari:

  • WOODS’ Antitussive dan Expectorant

WOODS’ Antitussive dan Expectorant merupakan spesialis obat batuk cair yang baik dikonsumsi pada saat batuk terasa mulai menganggu aktivitas. Namun, sebelumnya wajib untuk melakukan identifikasi apakah batuk yang diderita merupakan batuk berdahak atau batuk tidak berdahak. Untuk jenis batuk tidak berdahak, WOODS’ Antitussive (WOODS’ warna merah) obatnya. Untuk jenis batuk berdahak, pilihlah WOODS’ Expectorant (WOODS’ warna biru).

  • WOODS’ Herbal

WOODS’ Herbal merupakan obat batuk cair yang terdiri dari komponen herbal, seperti daun ivy, madu, daun meniran, dan daun mint. WOODS’ Herbal dapat dikonsumsi saat mulai batuk. WOODS’ Herbal dapat digunakan oleh anak usia 2 tahun sampai usia dewasa.  Kandungan daun ivy di dalam WOODS’ Herbal terbukti secara klinis dapat membantu meredakan batuk dan melegakan pernapasan. Lalu, kandungan madu dan daun meniran dalam WOODS’ Herbal mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat penyembuhan. Sedangkan kandungan daun mint pada WOODS’ Herbal mampu mengatasi infeksi kuman di saluran napas, mencegah bau mulut dan membantu melegakan saluran pernapasan.

  • WOODS’ Peppermint Lozenges

WOODS’ Peppermint Lozenges adalah permen kesehatan yang digunakan untuk melegakan dan meringankan rasa sakit di tenggorokan. WOODS’ Peppermint Lozenges mengandung peppermint asli yang berfungsi melegakan tengorokan dan mentol yang berfungsi sebagai antiseptik alami. WOODS’ Peppermint Lozenges sangat baik dikonsumsi pada saat ada gangguan/sakit tenggorokan, ketika batuk, setelah mengonsumsi makanan berminyak, ataupun ketika napas kurang segar.

WOODS’ Peppermint Lozenges memiliki 6 varian reguler, yakni WOODS’ Peppermint Lozenges Original, Lemon, Cherry, Orange, Blackcurrant dan Honey Lemon. Tersedia pula 3 varian Sugar Free, yakni WOODS’ Peppermint Lozenges Sugar Free Original, Lemon, dan Licorice yang dapat dikonsumsi oleh para penderita diabetes, dan mereka yang sedang memperhatikan asupan kalori.

(NB/RH)

0 Komentar

Belum ada komentar