Sukses

Bahaya Menjadi Perokok Pasif

Dampak yang dialami perokok pasif lebih berbahaya dari perokok aktif meski tidak menghisapnya secara langsung. Berikut penjelasan bagaimana dampak jadi perokok pasif.

Klikdokter.com, Jakarta Bagaimana sih sebetulnya perokok pasif itu? Perokok pasif adalah seseorang yang menghirup asap rokok dari perokok yang berada di dekatnya.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 1,2 juta manusia meninggal setiap tahunnya akibat asap rokok, walaupun tidak merokok secara langsung alias menjadi perokok pasif.

Lebih lanjut, diperkirakan 80% perokok di dunia tinggal di negara dengan pemasukan rendah atau menengah, seperti di Indonesia. Data ini seharusnya dapat membuat kita lebih waspada akan bahaya asap rokok.

Artikel lainnya: Apa itu Perokok Pasif?

Bahaya Asap Rokok bagi Perokok Pasif

Apalagi banyak bahaya yang mengintai jika menjadi perokok pasif, sebab perokok ‘tak langsung’ akan menghirup berbagai senyawa kimia, diantaranya:

  • Amonia: digunakan dalam produk pembersih lantai
  • Butan: digunakan di dalam cairan pemantik
  • Karbon monoksida: ditemukan di dalam knalpot mobil
  • Kromium: digunakan untuk pembuatan besi
  • Sianida: digunakan dalam pembuatan senjata api
  • Formaldehid: digunakan pada industri kimia
  • Timbal: bahan metal yang beracun
  • Polonium: suatu substansi radioaktif

Partikel-partikel berbahaya tersebut dapat bertahan di dalam udara selama beberapa jam atau lebih lama. Selain itu, bukan hanya asap saja yang menjadi fokus bahaya, tetapi juga residu yang menetap pada rambut serta pakaian, karpet, ataupun sofa (disebut juga perokok ketiga), juga memiliki risiko terutama pada anak-anak.

Artikel lainnya: Waspada, Infeksi Paru Juga Incar Perokok Pasif!

1 dari 4 halaman

Seberapa Bahaya Menjadi Perokok Pasif?

Menjadi perokok pasif tentunya berbahaya dan berkontribusi mengakibatkan munculnya penyakit yang serius. Berikut beberapa penyakit akibat menjadi perokok pasif:

Kebanyakan wanita hamil tidak merokok secara langsung, sayangnya mereka seringkali tetap terpapar dengan asapnya. Terdapat setidaknya 7000 zat kimia pada asap rokok, di mana minimal 250 di antaranya diketahui merugikan kesehatan.

Artikel lainnya: Penyakit Paru Obstruktif Kronis Bisa Serang Perokok Pasif

Bahaya asap rokok bagi wanita hamil antara lain:

  1. Berat badan lahir rendah. Hal ini membuat bayi lebih rentan terkena berbagai masalah kesehatan.
  2. Peningkatan risiko keguguran atau bayi meninggal dalam kandungan.
  3. Persalinan prematur yang dapat berujung pada kematian bayi, diperkirakan setiap tahun terdapat 1,2 juta kematian bayi prematur akibat asap rokok.
  4. Gangguan perkembangan pada janin, termasuk perkembangan paru, jantung, sistem pencernaan dan saraf pusat, serta timbulnya masalah perilaku dan pembelajaran di kemudian hari.
2 dari 4 halaman

Bahaya Asap Rokok bagi Anak-anak

Nyatanya, masih banyak orang tua yang belum menyadari bahwa merokok di dalam rumah sangat membahayakan kesehatan sang buah hati. Kurangnya wawasan mengenai bahaya asap rokok inilah yang menyebabkan anak menjadi perokok pasif.

Padahal, ada risiko tersendiri yang dapat timbul jika anak terpapar asap rokok. Antara lain:

  • Sudden infant death syndrome (SIDS) dan kematian akibat penyakit yang berhubungan dengan asap rokok. Berdasarkan data WHO, sekitar 65.000 anak meninggal setiap tahunnya akibat menjadi perokok pasif
  • Asma
  • Turunnya daya tahan tubuh sehingga mudah terkena infeksi (bronkitis, pneumonia dan infeksi telinga tengah)

Risiko ini cukup mengkhawatirkan, mengingat hampir 50% anak-anak secara rutin menghirup asap rokok, misalnya dari polusi udara di tempat umum atau bahkan rokok dari orang tua mereka.

Artikel lainnya: Perokok Pasif Tampung 75 Persen Asap Rokok

3 dari 4 halaman

Lalu, Bagaimana Terhindar Menjadi Perokok Pasif?

Sebenarnya, Indonesia sudah mempunya regulasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sebagai upaya yang efektif untuk melindungi masyarakat dari paparan asap rokok. KTR juga diatur oleh Undang-Undang Kesehatan No. 36 tahun 2009 pasal 115.

Sehingga, fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, dan tempat umum serta kawasan lain wajib bersih dari asap rokok.

Tetapi sayangnya banyak sekali masyarakat yang tak mengindahkan aturan ini. Padahal, pedoman pelaksanaan KTR diatur pada peraturan bersama antara Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri dalam surat bernomor 188/MENKES/PB/I/2011 dan Nomor 7 tahun 2011.

Mengingat masih banyak yang belum awarem Anda sudah seharusnya melakukan pencegahan agar tak menjadi perokok pasif. Ingat, jangan hanya khawatir jika berada di kendaraan umum.

Artikel lainnya: Dampak Merokok terhadap Risiko Kanker Leher Rahim

Sebab dari kebiasaan anggota keluarga saja, Anda bisa berisiko menjadi perokok pasif! Yuk mulai mencegah, berikut penjelasan sesuai dengan kondisinya.

Lingkungan keluarga:

  • Jangan perbolehkan orang lain merokok di dalam rumah Anda. Jika ada tamu ataupun anggota keluarga yang merokok, persilahkan mereka untuk merokok di luar
  • Jangan perbolehkan orang lain merokok di dalam kendaraan Anda. Jika ada penumpang yang ingin merokok, berhentilah di rest area untuk merokok di luar kendaraan
  • Pastikan semua orang yang berdekatan dengan anak Anda, termasuk pengasuhnya, tidak merokok

Di Luar Lingkungan Keluarga:

  • Mintalah kepada kantor Anda untuk memberlakukan peraturan dilarang merokok
  • Pilihlah restoran ataupun hotel yang bebas asap rokok
  • Hindari area di mana banyak orang merokok
  • Ajari anak bahaya asap rokok, dan cara menghindarinya

Jika orang-orang terdekat Anda merupakan seorang perokok, berikanlah mereka dukungan agar segera berhenti merokok agar seluruh anggota keluarga juga merasakan manfaatnya dan terhindar dari status si perokok pasif.

Ingat ya, demi menghindari paparan asap rokok, jangan ragu untuk menegur perokok yang berada di angkutan umum atau restoran. Ingat, tegur dengan cara yang baik, ya!

[RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar