Sukses

Demam Setelah Imunisasi, Wajarkah?

Efek samping yang ditimbulkan imunisasi seringkali membuat orangtua khawatir. Salah satunya adalah demam. Wajarkah ini?

Imunisasi sudah bukan hal yang asing lagi bagi setiap orangtua, terutama yang mempunyai anak di bawah usia 3 tahun. Dengan imunisasi, pembentukan antibodi pada tubuh akan terstimulasi, sehingga diharapkan dapat mencegah anak terserang berbagai penyakit berbahaya. Sayangnya, meski bermanfaat imunisasi juga memiliki efek samping.

Umumnya efek samping tersebut tergolong ringan, seperti merah dan nyeri di sekitar tempat suntikan, atau demam pada beberapa anak. Meski demikian, tidak semua anak akan mengalami efek samping dari imunisasi. Pertanyaannya adalah: Mengapa anak bisa demam usai mendapatkan imunisasi?

Beberapa imunisasi mengandung bahan dasar virus yang dilemahkan untuk menghasilkan kekebalan. Virus tersebut akan membuat tubuh melindungi diri sendiri dengan meningkatkan suhu. Hal ini normal, karena tubuh memang akan menaikkan suhu jika ada virus yang masuk –termasuk virus yang sengaja dimasukkan saat imunisasi. Nantinya tubuh akan membentuk antibodi terhadap virus yang diberikan tersebut. Apabila virus kembali menyerang, antibodi inilah yang akan melawan.

Jika demam berlangsung lebih dari dua hari setelah imunisasi dan mencapai lebih dari 39 derajat, sebaiknya segera bawa ke dokter. Tapi ingat, tidak semua imunisasi menyebabkan demam. Beberapa imunisasi yang kemungkinan besar dapat memicu demam adalah imunisasi DPT (difteri, pertusis, dan tetanus) dan MMR (campak, gondong, dan rubela).

(RS/RH)

0 Komentar

Belum ada komentar